Tawa staf Dinas Pariwisata kepulauan Selayar meledak saat aku melontarkan pertanyaan "Di Selayar, ada jalan raya?". Ibu berkerudung biru yang sampai sekarang aku lupa namanya (maap ya buuuu), sambil terkekeh bilang ke teman yang duduk di sebelahnya. "Mbak Pungky ini tanya, ada jalan poros di Selayar?" Aku menunggu jawaban dengan setia, teman disebelahnya-yang juga staf Dinpar Kepulauan Selayar-bukannya menjawab, malah ikut tertawa geli. Aku emang lucu banget, bu, semua juga tau. Tapi mbok ya dijawab dulu, baru ketawa lagi. Tak berselang lama, mobil kami merapat di tepi landasan pesawat, dekat bandara Aroeppala. "Ayo mbak turun.." "Ngapain kita di landasan pesawat?" "Lho katanya mbak Pungky nanya jalan poros di Selayar.." "Ha ... ?" *** Aku bisa sampai ke Selayar adalah karena undangan dari dinas pariwisata setempat. Semuanya berawal dari buah sillaturrahmi yang gak pernah aku duga. Hari pertama, kami dibawa mengelilingi pul...