Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Piknik

Dicari: 4 Blogger yang Mau Diajak Liburan Ke Bali Gratis!

Kalau diingat-ingat, rasanya udah banyak hal yang aku coba di Bali. Mulai dari mandi sunset di pantai Kuta kayak kebanyakan orang, menjajal liarnya offroad di Munduk, duduk santai di cantiknya pantai Geger, sampai melihat dahsyatnya Devil’s Tears Bay di Nusa Lembongan. Tapi begitulah Bali, rasanya udah berkali-kali datang, tetep ada aja yang manggil-manggil. Eksotisnya, kerennya, pesonanya, cantiknya, nggak abis-abis. Aku, pengin banget melunasi Nusa Penida. Satu titik yang sampai sekarang belum pernah aku datangi di Bali. Pengin ke pulau Kelingking, Angel's Billabong, dan tentunya melihat langsung Broken Beach. Nggak cuma itu, aku juga mau banget mencoba rafting di Bali. Pulau Dewata ini identik dengan laut dan pantai, tapi nggak semua orang tau kalau dia juga punya sungai. Sungai yang airnya putih dan air terjunnya indah. Aku mau ke sana, menyicip sisi lain Bali dengan rafting . Dan aku nggak mau sendirian, maunya sama kalian! Ke Bali, yuk? Bali Funky bakal traktir aku nih bua...

Jangan Pergi Sendirian ke Tempat Wisata Seram di Indonesia Ini!

Sebagai orang yang level penakutnya jauh di atas rata-rata normal, aku tuh malah penasaran tau sama tempat yang horor-horor gitu. Padahal tiap berkunjung ke tempat bersejarah kayak museum gitu, aku pasti nyari temen yang bisa dipegangin hahahaha iya, dipegangin tangannya biar aku nggak diikutin demit padahal mah nggak ngaruh. Tapi asli, bukannya dihindari, aku malah pengin wisata ke destinasi-destinasi yang terkenal seram. Seru, tau! Mau ikut nggak? Bolehlah kamu cek tiket pesawat Sriwijaya dan mulai cari jadwal penerbangan dengan harga termurah biar bisa sampai di tempat-tempat berikut ini. Bukan! Ini bukan tempat-tempat dengan pemandangan indah yang biru dan hijau gitu, tapi ini adalah daftar destinasi-destinasi seram. Pokoknya, dijamin lebih menakutkan daripada cewek pms pas akhir bulan. Yuk! Goa Jepang Lembang    sumber foto: iyakan.com Tau lah ya, Jepang pernah menjajah Indonesia walau nggak sepanjang sejarah peperangan kita dengan Belanda. Nah, dari circa itulah goa ya...

Galang Bahari, Terimakasih Telah Memulangkanku pada Laut

Aku punya semacam hubungan yang aneh sama laut. Mungkin bener kata orang, kalau cinta jangan berlebihan, nanti jadi benci. Aku tuh benci banget sama laut, karena saking cintanya. Laut selalu sukses menguras isi perutku yang mabokan ini. Jangankan nyemplung, kadang baru lihat dari jauh aja udah puyeng. Tapi sialnya, laut selalu bikin aku balik lagi balik lagi. Sampe akhirnya jadi muntah lagi muntah lagi. Lautnya yang jahat atau akunya yang nggak tau diri? haha Aku pengin banget bisa diving , nyemplung dan melihat dasar laut. Membaur bersama laut dan semesta di dalamnya. Renang mah bisa. Tapi apalukata, boro-boro menyelam, snorkeling aja beraninya pakai life jacket. Ngambang aja gitu di permukaan air kayak tokhay. Karena laut terlalu menakutkan buat aku, saking cintanya. "Pak, saya mabokan!" "Iya, mbak udah bilang berkali-kali.." Bapak yang aku lupa namanya itu, guide sekaligus operator kami. Dia, dengan santainya memintaku untuk turun dari kapal, dan nyemplun...

Rafflesia Bukan Bunga Bangkai!

Siapa sih yang pertama bilang kalau Rafflesia itu Bunga Bangkai? Kita ajak ngomong baik-baik yuk! hahahaha beda, tau. Walaupun sama-sama puspa langka yang tumbuh di Bengkulu, tapi Rafflesia bukan bunga bangkai! Mereka adalah dua bunga yang berbeda, dari sudut mana pun. Duduklah yang nyaman, sini kuceritakan tentang mereka.. Siang yang mabok waktu itu, di tengah perjalanan menuju pelukan Mas Harun Bastari , tiba-tiba bis kami berhenti. Kami yang dimaksud pada kalimat sebelum ini adalah rombongan Famtrip Festival Bumi Rafflesia 2017, yang kebetulan aku berkesempatan jadi satu di antaranya.  Eh ada apa nih kok bisnya berhenti tiba-tiba? Mogok? "Ada Rafflesia lagi mekar. Ayo semua turun!", Mr Devi, pemandu kami, meminta semua peserta untuk turun. Di jalan kosong di tengah kawasan hutan lindung, Tabah Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah. "Eh?", setengah sadar (akibat mabok kendaraan lah jelas, Pungky mah apalagi), aku berusaha mencerna apa dan kenapa kami tiba-tiba d...

Mas Harun Bastari, Kamu Membuatku Mabuk Kepahiang!

"Ayo Pung, pasti kuat pasti kuat pasti kuat" Aku terus bilang ke diri sendiri berulang kali, sambil terus nelen ludah, sambil keringet dingin, sambil merem, sambil lemah lunglai bagai tanaman toge baru keguyur ujan. Rasanya nyawa kayak udah di ujung kepala, bener-bener mau pingsan. Sampai tiba-tiba kak Asnody, guide kami, melintas di sebelah kursiku. Enggak pakai nanti, aku langsung jerit minta kresek saat itu juga. Ini udah di ujung banget, nggak bisa entar. Kak Rere, yang kebetulan duduk di sebelahku, jiwa ibu-ibunya langsung bergelora. Dengan super-baik dia nawarin macem-macem supaya aku bertahan. Dari minyak kayu putih, tisu, permen sampai akhirnya sang penyelamatku; kresek. Aku senderan ke jendela, merem sambil mikirin yang indah-indah biar lupa. Jangan ditanya heh mikirin siapa, pokoknya mah indah! Nggak bisa, kepala rasanya kayak lagi dijambak-jambak. Pusing dan beneran gliyengan, badanku mulai gemeteran dan saat tercemen akhirnya datang juga; isi perutku keluar semua...

Perkampungan Tua Bitombang, Secuil Kemesraan Kepulauan Selayar

Matahari lagi ganteng-gantengnya waktu jalan yang aku tapaki mulai menanjak dan membawaku ke perkampungan tertinggi di Kepulauan Selayar. Sekalipun terik, aku gak bisa menolak keinginan untuk menengadahkan kepala. Beberapa meter dari batu besar yang menjadi ‘gerbang’ masuk, aku dikepung rumah-rumah tinggi khas suku Bugis. Bedanya, yang ini tinggi banget. Beneran tinggi sampai-sampai mataku perih karena seperti menantang matahari. Aku menarik napas dalam, senyum-senyum norak dan bilang bangga sama diri sendiri.. akhirnya sampai juga . “Selamat datang di Bitombang, mbak. Perjalanan jauh, ye?” Seorang bapak berbalut kaos dan kain sarung menyambutku dengan senyum. Kepala desa. Kata ye di akhir kalimatnya, mengisyaratkan bahwa beliau asli Selayar. Seraya mengembangkan sebelah tangan, aku diajak naik ke bukit yang lebih tinggi, menuju pintu masuk rumah-rumah yang mengusik rasa penasaranku sejak tadi. Perkampungan Tua Bitombang, namanya. Desa adat tertua di kepulauan Selayar, Sulawesi Selata...

Ini Tentang Mangrove Tapak dan Semarang

Photo taken by Dimas Suyatno "Beneran ini kita masih di Semarang? Ya ampun bagus banget tempatnya!" Aku duduk setengah oleng di atas perahu, menyesap aroma asin khas pesisir dan bau amis air payau. Antara percaya dan enggak, hutan mangrove yanga aku masuki waktu itu, berada di tepi kota Semarang. Aku baru tau kalau Semarang punya hutan mangrove, lebih baru tau lagi ternyata tempatnya indah. Rimbun dan asri. Iya memang sekuper itulah aku sebenernya, makanya iyain aja kalau lagi ngaku-ngaku gaul. Biar cepet. "Di sini ada buaya pak?" Tanyaku pada bapak yang menahkodai perahu kami. Ya kali kan ternyata selain menyimpan tempat indah begini, Semarang juga menyimpan Crocodylus Porosus . Kan jadi lawak kita susur mangrove bareng Yaya (istilah gemes untuk buaya). Si bapak cuma senyum, tanpa jawaban. Mungkin dalam hatinya dia bertanya-tanya, ini ngapain dedek-dedek cari buaya. Paragraf di atas nggak penting emang, cuma pengen aja bisa menyebut diri sendiri dengan: dedek. HAHA...