Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Visit Jateng

Rumah yang Baik untuk Martin

  Saat tulisan ini diketik, mesin pencariku baru aja tertutup dari berita tentang Tengku. Seekor Orangutan Sumatera yang sedang berjuang bertahan hidup, karena dalam tubuhnya bersarang 60 butir peluru senapan angin. Enam puluh butir peluru! Salah satu matanya buta akibat peluru-peluru itu, dan harus segera diangkat. Atas kesalahan yang sama sekali nggak dia perbuat, dia harus ditembaki dan kehilangan satu matanya. Sialnya lagi, Tengku bukan yang pertama, menurut Orangutan Information Centre (OIC) di Sumatra, dalam setahun ini, mereka telah menyelamatkan 24 Orangutan dari berbagai kasus serupa.  Berita soal Tengku bisa dibaca di sini: Animal abuse: wild orang-utans systematically shot with air rifles. Manusia emang brengsek banget ya! Satu peluru masuk tubuh aja rasanya pasti luar biasa, ini enam puluh! Orangutan masuk ke perkebunan desa? pemukiman penduduk? meresahkan warga? RUMAHNYA KITA YANG BAKAR NYET! Kita, manusia, yang rakus menghabisi rumah-rumah mereka. Kita, manusia, ...

Basah Basah Seru Arung Sungai Serayu

  "Balik badan, mbak! Tenang, tenang, biar saya yang angkat" Mas mas operator meraih pelampungku, memutar paksa badanku, dan menyeret tubuhku naik ke perahu. "Mati nih gue!" Aku bergumam dalam hati. Melihat teman-teman lain sudah berhasil naik, sedangkan aku masih terombang-ambing di sungai, menuju jeram. Arus sungai siap menyeretku jauh. Kejadian super-cepat itu berlangsung setelah kepalaku tertabrak perahu, menenggelamkan wajahku ke air dan semuanya jadi serba mengerikan.  Dengan sregep mas operator yang aku lupa namanya, menarik badanku agar naik ke perahu. Jangan tanya mukaku kayak apa, mbak Lidya sampai bilang, bibirku jadi biru saking pucetnya. Saking paniknya. Berhasil diangkat, aku duduk di tepi perahu sambil atur napas, planga plongo masih nggak percaya barusan ada apa. Setelahnya, aku raba-raba bagian dedek kecil, karena sadar pas diangkat tadi, celanaku melorot. Oh, aman. Celana masih nyantel dengan baik, cuma emang isinya agak kisut. Kedinginan. Kejadia...

Sendhang Bidadari, Ruang Sunyi Tempat Mandi Para Peri

Ada kalanya dalam hidup, kita butuh waktu untuk sendiri. Duduk tanpa siapa-siapa. Menikmati gemericik alam dan melupakan segala hal pelik yang memberatkan kepala. Kita bercerita banyak hal pada langit, pada udara, pada sepoi, dan pada air yang yang mengalirkan bahagia. Kita melepas rutinitas. Jika saat itu tiba, datanglah ke sini. Sebuah air terjun syahdu di Banyumas, bernama Curug Lawang, masyarakat menyebutnya Sendhang Bidadari. Kamu bisa duduk di salah satu batunya, menyadari ternyata sendirian terkadang menyenangkan. Bisa memikirkan banyak hal tanpa siapa-siapa, tanpa diganggu apa-apa. Hanya ada kamu dan nyanyian air terjun di hadapanmu. Ya, sesyahdu itu. ** Berada dalam kepungan bebatuan yang membuatnya seolah-olah memiliki ruang, air terjun ini terkenal dengan nama Sendhang Bidadari. Sendhang, dalam bahasa setempat, berarti tempat mandi. Semacam ruang khusus untuk basah dan basuh. Dan saking indahnya, curug ini dipercaya sebagai tempat mandinya bidadari (peri) pada masa lampau. ...

Menembus Kali Pelus

Semangat berapi-api untuk menuruni air terjun dengan seutas tali sambil difoto sok gagah trus pamer-pamer di sosial media, seketika menciut sampai level kutu rambut saat aku betul-betul berhadapan dengan sang air terjun. Esumpah gitu kudu gelantungan di tebing 12 meter cuma pakai tali? Berbekal life jacket , helm, dan pengaman lutut serta sikut, satu persatu peserta mulai turun. Aku mengambil giliran terakhir, sambil memberi ultimatum pada seluruh operator, “Pokoknya kalau aku takut, aku cuma mau foto sok keren pakai tali abis itu kalian harus seret naik lagi. Gak mau tau!” Sampai giliran itu tiba, ternyata enggak ada kompromi. Semua pengaman sudah dipasang dan enggak ada yang peduli kalau aku pucet njelipet. Mau gak mau, ikhlas gak ikhlas, berani gak berani, harus turun. Aku mulai menggenggam tali erat-erat, komat-kamit takut, sambil   tetep cengengesan ke kamera supaya fotonya tetep hits. Hahahahaha takut mah takut, urusan narsis beda cerita. “Badan dulu dijatohin pelan-pelan, ...