Sebuah ucapan terimakasih penuh haru mendarat ke kotak surelku malam itu, dari seorang ibu yang enggan menyebutkan nama, dia bilang perkenalan kami telah mengubah hidupnya seratus delapan tujuh koma lima derajat. Pengin bales 'elu sapa hoy?' , tapi aku kan anak baik-baik. Jadi dengan baik-baik juga aku tanya maksudnya apa dan kenal darimana. Pengakuannya, dia baru saja melewati titik paling jatuh dalam hidup. Nyaris terjun dari lantai dua rumahnya adalah klimaks. Walaupun ada sedikit perasaan dalam hatiku yang mbatin , jatuh dari lantai dua kayaknya enggak bakal mati deh bu. Paling patah tulang, trus tengsin. Tapi aku diam, selain karena aku kan anak baik-baik, aku juga tau persis apa yang mendorongnya untuk naik ke balkon lantai dua dan nyaris terjun. Bunuh diri yang kurang masuk akal, tapi baginya detik itu, pasti menjadi jalan pintas menuju pintu keluar. Ruangan itu bernama Post Partum Depression, dia-dan aku-pernah terjebak di dalamnya. Pintu keluar sudah lama ditutup rapa...