Sebenernya aku bukan orang yang terlalu peduli sama urusan halal atau haram. Gak beriman? memang! Inilah titikku sebagai manusia biasa. Jadi, waktu mau berangkat ke Phuket, aku sama sekali gak cari tau soal tempat-tempat makanan halal. Eh ternyata pas sampai sana, aku mati gaya. Mau makan pork kok ya gak sampai hati, antara jijik dan takut dosa. Kemaren-kemaren kemana aja neng. Sampai di Phuket, Ifa cerdasnya khan maen. Dia ternyata udah googling sana sini soal makanan non-pork di Phuket, katanya, yang paling terjangkau itu makanan beku di sevel. Lima belas ribu aja kalau dirupiahin. Jodoh emang gak kemana, hotel kami nempel pel sama minimarket hijau itu. Jadilah kami gadis sevel; pagi, siang, malem, nangkring depan freezer cari makan. Eh emang dasar enggak direstui irit, kami di sana jalan bareng sama bule muslim dari France. Azzau namanya. Dia bilang, dia biasanya makan di restoran libanon, pinggir pantai Patong, halal. Kami tertarik, tapi pas nanya harga, amsyong gi...