Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Blogging

Ngeblog untuk Apa?

Hampir tiga minggu ini aku nggak posting blog sama sekali, gilanya lagi, di tiga minggu ini juga aku nekat menolak beberapa tawaran sponsored post dan sponsored trip yang masuk ke email. Iya, ada tiga atau empat yang aku tolak baik-baik. Aku bilang gila karena setakabur itu aku menolak rejeki. Entah ya, akhir-akhir ini aku lagi merasa kehilangan blog sebagai taman bermainku. Rasanya lebih banyak dia jadi mesin penghasil rejeki yang garing, kering, kosong, dan hampa. Tapi masih menyenangkan memang. Bohong kalau rejeki-rejeki itu nggak menyenangkan. Trip-trip gratisan, rupiah-rupiah yang bantu menghidupi keluargaku, atau sereceh sebatang gincu boleh endorse. Semuanya masih sangat menyenangkan. Tapi ironisnya, malah blog ini yang kehilangan 'menyenangkannya' itu sendiri. Deadline demi deadline di reminder hape yang bunyi hampir setiap hari, mulai menganggu dan bikin aku jengah. Blog, hari ini, bukan lagi teman baik yang menemaniku menjemput rejeki-rejeki dan kesempatan-kesempat...

Blog Husband di Balik Galaksi Pungky

Pernah dengan istilah Instagram Husband? Atau Instagram Boyfriend? Jadi sesungguhnya, dibalik foto cetar dan kece cewek-cewek di instagram , ada cowok atau suami yang lagi jungkir balik jadi fotografer. Mereka yang rela panas-panasan, nungging di tempat umum, blesekan ke semak-semak, diliatin orang, cuma untuk menangkap gambar terbaik kekasihnya. Demi apa? Demi foto instagram nan hits dan kekinian. Blog juga gitu. Dibalik tampilan uwuwuw seorang perempuan di blognya, biasanya ada cowok atau suami yang hidupnya gak tenang. Minimal saban hari dipalak motretin, atau sial-sial, baru juga bangun tidur udah ditanya "Alisku udah sama belom? Mau foto endorsan nih". Bhahahaha aing pisan. Namanya mas Topan , blog husband dibalik Galaksi Pungky. Dialah laki-laki yang membuat blogku terus hidup dan (kayaknya) berkembang sejak pertama publish tahun 2009, hingga hari ini. Dia yang setia jadi editor SETIAP postinganku sekalipun itu tulisan kecantikan. Dia yang cek tata bahasanya, eyd-ny...

Aku Blogger Kampung

Waktu bloggercamp Purwokerto kemarin, ada pertanyaan menarik dari salah satu peserta. "Kesempatan untuk blogger, sekarang bertaburan di ibukota. Gimana caranya kami yang di daerah dapat kesempatan yang sama?" Mbak @nevanov, mewakili sebuah agency, menjawab. "Gimana kami mau mendengar kalau kalian gak ada suaranya? Gimana kami bisa lihat kalau kalian gak pernah muncul?" Lalu kami dibuat melek, kalau bloggercamp hari itu adalah salah satu bukti bahwa kami sebenarnya 'didengar'. Siapa sangka Purwokerto bisa jadi salah satu tuan rumah acara blogger skala besar? Bersandingan dengan 3 kota besar seperti Surabaya, Jakarta dan Makassar. Suara-suara yang kita tulis, di daerah, menguarkan kalau kita ada dan punya kesempatan yang sama dengan blogger-blogger ibukota. Satu hari temenku pernah melempar pertanyaan sejenis, katanya kenapa aku bisa dapat banyak kesempatan dari blog. Padahal, katanya lagi, aku ini blogger kampung. Dari pelosok Purwokerto. Harusnya enggak dik...