Pernah satu kali, di tengah-tengah liburanku ke Bali bersama sebuah brand otomotif, seorang teman bikin hestek super-ngeselin di path: #JiwoTerlantar. Aku marah lah, jelas. Ngana pikir, sini jalan-jalan trus berarti nelantarin anak, gitu? Hari itu juga aku damprat dengan sangat sopan di path. Set public . Lho iya, dia nyinyir di path, aing bales di path juga. Bhahahaha Dear Rio, keep reading this and you will find a thank you from my deepest heart. Tapi kemudian waktu berjalan dan nyinyiran macam itu gak datang satu kali. Bukan dari orang yang sama, susulan-susulan ini datang silih berganti dari banyak mulut. Kenal gak kenal. Setiap aku traveling ke luar kota atau luar negeri, liburan, foya-foya sendirian, PASTI ada selentingan gak enak yang bilang kalau aku menelantarkan anak dan semacamnya. Lama-lama aku jadi terbiasa dan malah menerima. Kadang kalau lagi jalan-jalan dan gak ada yang nyinyir, aku jadi nyari-nyari. Kok tumben sepi? Aing kangen ribut sama orang. Muahahahaha. Se...