Skip to main content

Lipstick-Lipstick Andalan



Namanya juga perempuan yah, mau punya lipstick sekontainer banyaknya, yang sering dipakai ya tetep berlaku hukum 4L: Lo Lagi Lo Lagi. Kalau diitung-itung, lipstick yang sekarang aku punya mungkin ada lebih dari dua puluh biji. Bermacam brand, beragam warna. Dari yang 10ribu hore sampai harga setengah juta boleh dikasih. Dari yang keberbi-berbian sampai yang kalo dipakai bikin pengen gampar. Warna nude, ungu, oranye, pink, sampai merah jeding ala Marlyn Monroe abis makan bakso malang kebanyakan sambel.



Yang sering dipakai? Cuma dua. Ehehehehehe Mereka adalah Bourjois Rouge Velvet warna Nude-ist dan Bourjois Rouge Edition 12 hrs nomer 29. Dua-duanya boleh dikasih sama selebblogger, sebut saja Mbaksul. Nama aslinya sih Isti'adzah, tapi karena dia tinggal di Suly, Kurdistan, jadi aku panggil Mbaksul. Mbak mbak Suly. Ribet bener idup gue yeh.

Dua gincu ini selalu aku bawa kemanapun aku pergi, selalu aku pakai tiap keluar rumah. Ih, mall mah jauh, ke warung yang seselepetan karet gelang dari rumah noh, aku pasti pakai salah satu dari mereka. Muahahaha

Bourjois Rouge Velvet Nude-ist



 
Sebenernya agak males mengakui yang satu ini, secara ini gincu lagi menstrim-menstrimnya. Ciwi doyan lenong satu dunia pakai yang sama. Gimana yah, emang warnanya lucu banget sih. Pas di bibir, pas di segala suasana, bikin cakep seketika, bikin pede, muka jadi cerah, rasanya kayak warna bibir ada di titik kesempurnaannya. Tseu'elah.

Bentuknya liquid dan enaaaaaaak dipakai, lembut, mbut! Aplikatornya juara, buat aku sih dia bahkan lebih oke dari aplikatornya Lime Crime yang mana harganya jauh di atas. Bentuk ujungnya pipih dan ukurannya pas, gak kekecilan gak juga kegedean. Gagangnya lentur tapi gak eplek eplek. Empuk pula. Juara lah!


Dulu sih awalnya aku ngincer Peach Club, tapi hasil diskusi panjang kali gak penting sama Mbaksul, akhirnya kami putuskan beli Nude-ist. Dan sama sekali gak nyesel. Warnanya cucok banget di kulit aku, bikin muka jadi kelihatan cerah dan segar. Teksturnya lembut, di bibir superrrr nyaman.

Matte finish, tapi sedikitpun gak bikin kering. Malah bikin tekstur bibir jadi mulus, licin dan rapi. Gradagan atau codat-cadet langsung mulus dalam sekali pulas. Di bibirku tahan lama banget, kena makan atau minum, memudar tapi gak banyak. Poles pagi, aku masih pede gak touch up sampai magrib. Mantap lah pokoknya, lipstick andalan aku banget sampai hari ini. Terimikisih Mbaksuly.

Kiri: Nude-ist, Kanan: Rouge Edition 12hrs

 

Bourjois Rouge Edition 12 hrs 29


 

Ini lipstick baru punya sebenernya, dikasih Mbaksul juga langsung dari Kurdistan. Tapi langsung jadi andalan aku karena sering aku pakai dan selalu nemenin si Nude-ist di tas. Bentuknya stick, dengan kemasan warna hitam dove.

Dia ini moist, jadi agak-agak basah gitu deh. Warnanya lebih tua dan lebih oranye dari Nude-ist. Klaimnya 12 hrs, aslinya enggak selama itu. Tapi buatku sih cukup bandel, masih bisa tenang walaupun seharian lupa atau gak sempet touch up. Nyamannya di bibir sama kayak Nude-ist, tapi daya lapisnya enggak. Harus dua sampai tiga kali poles baru warna asli bibir gak kelihatan.

Sebenernya banyak kurangnya sih dia ini, tapi entah ya, aku suka banget dan jadi gincu nomer 2 paling sering aku pakai. Biasanya Nude-ist buat sehari-hari, nah si 12 hrs ini buat kondangan atau acara-acara khusus. Paling sering buat membahagiakan suami dikala panggilan ibadah kamis malam telah terdengar.

Haum!


Purwokerto, 25 januari tengah malem , 2015

Atas foto yang akan Anda saksikan berikut ini, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN. 


Comments

Popular posts from this blog

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...