Skip to main content

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3



Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi?


Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL. Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3:

1. Kaca Belakang yang Berkilau

Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass. Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil.

Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bolong di tempat umum, kadang suka dilihatin orang gitu hapeku berkilauan dan aku merasa keren. Hahahahaha Apalagi seluruh sisinya dilapis logam, jadi dari segi penampilan, Zenfone 3 ini terlihat sangat mewah dan berkelas. Rasa sosialita. Selama ada Zenfone 3 dalam genggaman, enggak bakal deh ada yang tau kalau isi dompetku macam hati yang diabaikan: kosong. 

Ini aku foto bareng Zenfone 3 dan Zenfone 2. Lihatlah siapa yang paling mencuri perhatian. Kesel nggak sih, muke gue kalah berkilau sama smartphone -_-




2. Kamera

Soal yang ini, enggak bakal aku jelasin panjang lebar. Biarlah hasil foto yang bicara.

Kamera Belakang








Malam




Kamera Depan




Kenapa? Nggak terima aku jadi cantik? Ha? Mohon maaf lahir dan bathin aku mah cuma selfie. Salahin aja tuh kamera depan yang ngehe banget hasil fotonya. Bikin cantik kok gak kira-kira. Boys, I’ve told you: Never trust a woman with ASUS Zenfone 3 :))))

3. USB Type C. Colok Adek, Bang..

Sebagai buibu sejati, pertama kali denger juga aku cuma planga plongo bloon. Apaan? USB type C? Itu sejenis makanan? Apa kosmetik? Siapanya CC cream?

Begini buibu. Kalau harus jelasin secara teknis, jujur aja aku juga nggak paham. Tapi intinya, USB type C ini tipe colokannya si ASUS Zenfone 3. Plis jangan tanya tipe colokan USB itu ada berapa karena demi dewa aku nggak tau. Punya hape android, kan? Nah perhatian deh colokan casannya. Itu tuh kabel USB. Kebanyakan modelnya seperti itu (aku nggak tau itu namanya apa tipe berapa, maap xD). Kalau punya Zenfone 3, dia beda. Colokan USB nya nggak seperti hape android kebanyakan. Yang punya nama: USB type C.

Ngefek? Yaiyalah, sist. USB Type C ini mempengaruhi kecepatan proses charging dan transfer data. Makanya ASUS Zenfone 3 bisa mengecas dan transfer data lebih cepat daripada smartphone android dengan USB biasa (apa namanya sih?). Pernah ya aku mau pergi dan hapeku lowbat banget, aku cas sambil aku tinggal mandi dan dandan. Pas mau pergi, Zenfone 3 ku udah 80% aja! Pergi dengan batre hape banyak kan sumber kebahagiaan, yekan.

4. Slot Sim Card dan Memory di Bagian Sisi

Aku nggak suka banget sama smartphone yang menaruh slot kartu di bawah baterai. Jadi kalau mau ganti sim atau memory card, harus matiin dan copot baterai dulu. Karena aku ini banci pasang-copot memory card. Dari hape ke kamera, dari kamera ke hape. Kalau tiap tukeran mmc kudu matiin hape, copot baterai, nunggu nyalain lagi dan itu sejuta abad lamanya, rasanya princess lelaaaah.

Dan ASUS membuat Zenfone 3 dengan slot kartu di bagian sisi hape, which is, gak perlu lagi copot baterai segala kalau mau pasang-copot sim atau mmc. MY LAFFF!


5. Jangan Ada Bluelight di Antara Kita

Mainan hape sambil menyusui adalah kenikmatan hidup nomer 78634. Jangan ditiru, ya! Kata mbak mbak pakar parenting, sama sekali nggak baik menyusui sambil mainan hape, dari segi apapun. Tapi asli kalau lagi menyusui aku tuh nggak bisa lepas dari hape. Atuh ya ngapain lagi? Jiwo itu kalau nenen bisa semiliar juta tahun lamanya. Kalau nggak disambi main hape, aku bisa mati bosen :(

Dan biasanya Jiwo nenen dalam keadaan gelap, mau tidur. Jadi mataku tuh suka perih. Perih banget, maksudnya. Ya bayangin aja mantengin cahaya dalam keadaan sekitar gelap gulita. Nah ternyata, kata mas Joko, salah satu tim PR nya ASUS, yang bikin mata perih itu karena paparan bluelight pada layar. Ini bikin mata cepat lelah.

ASUS deh kerennya nongol lagi. Pada Zenfone 3, telah tertanam bluelight filter, sebuah fitur yang bisa mematikan cahaya biru pada layar. Warnanya memang jadi kekuningan, tapi ini lebih aman untuk kesehatan mata. Tapikan bisa di on/off, jadi kalau mau layarnya kembali seperti semula ya tinggal matiin aja filternya. Pas lagi gelap banget, atau saat mata udah lelah, baru nyalain lagi biar gak perih. Kusuka banget, aaaak.

6. Itu Baterai Apa Hubungan Kita? Awet Bener..

Aku sempet pesimis karena baterainya cuma 3000 mAh. Ya buat apa fitur keren, kamera oke, kalau baterainya seiprit? Ibarat cowok ganteng, duitnya gepokan, baiknya banget banget, tapi gak bisa dipacarin. Kan mubazir.



Ternyata enggak. Enggak sama sekali. Surprizingly, baterai yang CUMA 3000 mAh ini awet buanget. Jauh melebihi ekspetasiku. Karena aku terbiasa dengan Zenfone Max yang mana baterai tahan lama berarti 5.000 mAh. Waktu Incredible Race, itu kita mulai jam 8 pagi, dipakai seharian buat ini itu (menyelesaikan games di tiap station), sosmed semua aktif, dan finish jam 4 sore. Bateraiku? Masih 15%!

Ini tuh beneran cowok ganteng, duitnya gepokan, baiknya banget banget, trus bilang: kamu ngapain jomblo? Sini aku pacarin!

7. Speaker Aktif Jaman Sekarang Jeng Jeng Jeng Jeng

Ini lagunya The Upstair, tau gak? Enggak ya? Oke, kita beda generasi.

Aku jatuh hati banget sama speakernya karena sangat sangat jernih dan bening. Karena ASUS Zenfone 3 dibekali dengan SonicMaster 3.0 yang aku gak paham itu apa dan gimana. Hahahaha Pokoknya mah pas dipakai, suaranya asik banget. Jernih!


Pernah satu kali aku nonton youtube pakai headset. Dan headsetnya bukan ZenEar, merk lain yang apalah itu lupa merknya. Aku sih dengerinnya biasa aja, karena udah setiap hari pakai headset itu. Trus aku tinggal pipis. Nah sama Jiwo, anakku, headsetnya dicabut. Pas aku balik ke kamar, kaget dong karena kirain ada yang nyalain komputer. Ternyata suara dari Zenfone 3!

Sumpah yaaa, beneran jauh lebih enak didengar. Gimana ya ini nyeritainnya. Tau pahanya dedek gemes? Mulus ya? Nah, suaranya begitu tuh. Enak dinikmati dari sisi manapun. Bikin nagih! 

**

Kamu sudah mulai ikut jatuh hati? Nanti dulu. Di postingan selanjutnya, aku akan bahas khusus mengenai kameranya. Membawa tagline #BuiltForPhotography, sekeren apa memangnya kamera ASUS Zenfone 3? Ada fitur apa aja? Gimana kalau ditandem dengan kamera ASUS Zenfone 2? Apa yang bisa dilakukan selain bikin selfie maha fitnah? Plis penasaran dong biar aku semangat nulisnya. Bhahahaha

Oiya, smartphone ini dibanderol dengan harga Rp. 4.099.000. Mahal memang, tapi harganya masuk akal. Karena perfoma dan tampilannya betul-betul premium, sepadan dengan empat jeti sembilan puluh sembilan ribu yang kita bayarkan.



Purwokerto, 10 Januari belom mandi 2017

Ada nggak sih hal lain yang kamu pengin tau dari ASUS Zenfone 3 ini? Please do let me know, tulis di kolom komentar. Kalau aku bisa, akan aku tuliskan spesial. Tapi jangan minta battle sama hape merk lain, ya! Karena aku gak punya selain ASUS. Muahahaha Setia beut yekan.

Comments

Popular posts from this blog

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...