Skip to main content

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!


Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol!

Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan.

Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak.





Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi oren. Demi deh aku nggak tau bedanya apa hahahaha pokoknya yang oren ada spf-nya, sedangkan yang ungu enggak. Secara tekstur, lebih enak dipakai yang oren karena lebih encer, sedangkan yang ungu tuh padat banget. Tapi secara hasil, aku merasa dua-duanya sama aja. Jadi aku beli seadanya aja di apotik, mau yang oren atau yang ungu, tetap ntap.

Proteksinya sip, kulit tetap kinclong walaupun seharian panas-panasan. Dia bisa jadi alas bedak juga, jadi kalau traveling, aku nggak pernah pakai apa-apa lagi. Cuma Parasol aja ditandem sama eyeliner dan lipstick nude. Lalu aku siap menaklukan abang-abang dunia.

Kena keringet enggak lengket, enggak bikin berminyak apalagi mengilap, enggak juga jadi putih-putih kayak cat tembok belom rata. Pokoknya setelah meresap, dia ilang gitu aja, kayak nggak pakai apa-apa. Sungguh menakjubkan, bukan? Bukan.

Oiya, Parasol ini jadi andalan banget waktu aku terapi Vitacid. Dan hasilnya sangat sangat memuaskan! Nanti aku ceritain di postingan yang lain ya, soalnya mau aku bahas tuntas soal pemakaian Vitacidnya.



Kemasannya kayak salep gitu, nggak cantik sama sekali dari sisi manapun. Isinya dikit, jadi biasanya cuma aku pakai di muka, cukup buat dua bulanan lah. Nah buat badan, tangan, dan kaki tetep Vaseline. Gak tega soalnya pakai Parasol buat badan, bisa dikepret dompet sama suami karena cepet abis hahahaha

Belinya di apotik, Watson, Guardian, Century, yang gitu-gitu deh. Serius di apotik ada, jadi kalau lagi traveling kemana gitu dan lupa bawa sunblock, tinggal melipir aja ke apotik terdekat. Gampang ditemukan tidak seperti jodoh.

Harganya Rp. 50ribuan. Beli lagi? Selalu lah, sist. Enggak ada yang bisa nandingin sunblock ini di hati akoh. Kayak kamoh. Uwuwuw.


Purwokerto, 19 Oktober dengan playlist spotify yang menyenangkan, 2017

Ih kangen ya aku nulis review-review beauty product gini. Udah lama banget kategori beauty nganggur. Mau balik lagi ah! Semoga konsisten. Mwah.



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...