Skip to main content

Perawatan Rambut Setelah Dicat


Setelah kemarin rambutku dicat, otomatis banget aku langsung mendadak lenjeh. Haha Beneran deh, pengalaman temen-temenku, rambut yang abis dicat itu lama kelamaan pasti jadi rusak. Kering, patah, dan pating-kruwel. Walaupun cat rambut yang aku pakai kualitasnya oke punya, tapi tetep aja aku gak mau kecolongan. Harus dirawat baik-baik supaya aku rambutku tetep kayak gadis iklan syampoh. Ya kan ya dong, ya gak sih? *ragu*

Nah, saking puasnya sama cat rambut yang kemarin aku pakai, akhirnya aku mempercayakan perawatan rambutku paska dicat dengan Hair Treatment dan Hair Serum dari merk yang sama. Yap, Lolane! Belom tau yah, Lolane ini ada shamponya apa enggak, kalau ada, kayaknya aku mau pakai juga. Saking cintanya sama merk sama satu ini. Mumumuu..

Lolane Natura Hair Treatment (For Nourishing & Color Care)



Ada dua jenis sebenernya, untuk merawat rambut rusak dan merawat rambut setelah dicat. Aku pilih yang Color Care, jelas. Soalnya di kemasannya, ada tulisan mengandung formula "Sistem Pelindung Warna". Jadi selain membuat rambut bagus, sehat dan berkilau, dia juga bisa 'mengunci' warna rambut supaya gak pudar. Sebenernya ini cocoknya buat mereka yang mewarnai rambutnya mejikuhibiniu, tapi aku tetap pilih yang ini. Soalnya biarkata warna cat rambutku gak keliatan, aku enggak mau banget rambut balik kusam kayak dulu. Harus dikunci kayak hati. Deuh..

Jangan tanya dia ini jenis apa, karena aku juga bingung. Hahahahaha Pokoknya, dia tuh bisa jadi pengganti kondisioner, dipakai setelah keramas. Tapi bisa juga untuk krim saat steam, jadi kayak buat creambath gitu. Paket lengkap deh, buat apa aja bisa. Kalau aku buat pengganti kondisioner lah jelas, di rumah mana ada steamer, males juga sering-sering ke salon. Sempet mau nemplokin magic jar ke kepala biar ala-ala homemade steamer, tapi Alhamdulillah akoh masih diberi kesadaran bathin sama yang maha kuasa. Hamin.


Teksturnya krim kayak kondisioner kebanyakan. Bisa dipakai seminggu 2 kali, 5-10 menit setiap pemakaian. Hasilnya? Haini! Rambutku jadi berkilaaaau kayak gadis iklan syampoh beneran. Bedanya, gadis iklan syampoh yang ini salah pergaulan. Jadi otaknya rada sengkle. Okemaap.

Lolane Natura Daily Hair Serum


Ini aku sukaaaaaaa sekali. Kemasannya mungil dan pas buat dibawa kemana-mana, walaupun warna hijau tuanya agak kurang kece, tapi ya siapa mau peduli? xD

Teksturnya kentel jadi enggak bisa disemprot kayak hair serum kebanyakan, harus di-pump di jari atau tangan, terus dioles-oles deh ke rambut. Boleh tangan sendiri, tangan suami, atau tangan panci barangkali? Pastikan tangan yang dipakai gak abis makan sambel terasi atau bekas cebok main tanah belom dicuci ya..


Di rambut aku, hasilnya bagus bangeeett nget nget ngetzzzz. Pake z biar lebay. Bikin rambut halus, lembut, jatuhnya enak, gampang diatur, gak gampang rontok dan dielus-suami-able. Asiknya, Lolane Natura Daily Hair Serum ini boleh dipakai sesering mungkin kapanpun aku mau, dan gak lengket! Penting banget, hair serum bagusnya selangit langit kalau lengket mah bhay aja deh.


Sebelum lanjut bacanya, mohon dimaafkan dulu pose gagal dengan gigi mrongos sompak sebelah di atas ya. Ndak sempet foto mecucu seperti biasa. Gapapalahya, yang penting keliatan rambutnya licin dan berkilau kaya prosotan PAUD.

***

Kedua produk di atas memang produk asli Thailand, tapi sudah bersetifikat halal dan terdaftar di bpom. Alhamdulillah.. Biarkata ble'e tapi perawatan rambut tetep kudu syar'i. Harus halal. Keduanya bisa dibeli di... tempat yang jualan Lolane sih pastinya. Hahahahaha *gak membantu banget*
 

Di online marketplace kayak Lazada, Qoo10 atau rakuten gitu ada koook. Di fanpage Lolane Indonesia juga bisa beli. Kalau di matrial atau pom bensin sih kayaknya gak ada, tapi cobain aja kali kali gak ada kerjaan. 


Purwokerto, 5 Januari hujan deras, 2015

Setelah dicat, rambut jadi rusak? HIH GAK TAU YAH GAK PERNAH AKU MAH! HAHAHAHAHA

Comments

Popular posts from this blog

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...