Skip to main content

Posts

Review: Armando Caruso (Blending Brush & Angled Shading Brush)

Sebenernya aku ini anak jari banget sih. Jadi selama ini make up tuh ya ngandelin jari aja, termasuk bebikinan eye makeup buat foto-foto instagram. Pertama, karena jari itu lebih enak diaturnya. Kedua, harga makeup brush yang bagus lebih muahal dari gincu sebiji. Ya jelaslah aku mah mending beli gincu :)) Tapi ada satu yang wajib aku punya meskipun harganya selangit: blending brush . Karena yakali ngeblend pakai jari mah, pegel dan malah jadi blentang blentong gak karuan. Pas banget Sociolla freebies bulan kemaren dapetnya blending brush , dan brandnya termasuk baru buat aku. Pertama kalinya nyobain: Armando Caruso .   Jatuh cinta banget deh sama stiknya, warnanya hitam matte dengan tulisan putih di ujung. Keren aja. Secara tampilan gak lenjeh dan gak norak. Diameternya pas, enak digenggam, enggak bikin meleset-meleset. Mantep, gitu. Aku punya dua, Small Blending Brush dan Medium Angled Shading Brush . Kita bahas satu satu.    ...

Menjaga Cahaya Langit Alpheratz

Ada kalanya hidup terasa menjebak. Kita dihadapkan pada kenyataan yang tak pernah kita pilih. Mimpi-mimpi yang harus berhenti jauh sebelum titik capainya. Dijatuhkan saat baru belajar terbang. Bahkan hati yang terpaksa patah tanpa pernah tau di mana mendapatkan perekatnya kembali. Ada saatnya hidup terlalu membahagiakan. Kita dicemplungkan dalam jurang rezeki yang seolah-olah tak punya tepi. Hal-hal terbaik yang datang serba tau-tau. Harapan-harapan yang dikabulkan serba tepat. Kesempatan bagus yang tinggal hap . Semua berjalan sesuai doanya, sesuai apa yang kita rapalkan dalam katupan tangan semalaman meminta. Di saat-saat seperti itu, biasanya aku memandang ke langit. Tempat sangat luas itu, adalah tempat aku pulang sejauh-jauhnya aku 'pergi'. Pada langit, aku mengantar rinduku untuk mama dan papa. Tiket mudik selalu lebih mahal dari air mata. Maka agar tidak terlalu kecewa, kuaminkan kata orang tentang "Selama masih di bawah langit yang sama, berarti masih dekat"...

Sore yang Bahagia di Quattro Cafe Purwokerto

Punya kesempatan dolan bareng mbak Olipe , langsunglah aku nodong buat ngafe bareng. Siapa coba yang enggak kenal dia? Blogger paling hits se-Purwokerto raya. Saban googling tentang cafe di Purwokerto, pasti tulisan dia yang bertengger di halaman pertama google. Iya, sehits itu. Sore itu, aku gak mau buang kesempatan emas. Sepulang kami dari Purbalingga, aku minta diajak buka puasa di cafe yang sepi tapi asik. Ya bulan puasa gitu, asal melipir ke restoran sama aja ngerapel sahur namanya. Pasti penuh bejubel dan dapet makanannya nanti kalo udah pingsan. Mbak Olipe langsung setuju, dia tanpa babibu tancap gas ke cafe yang sesuai permintaanku. Cenderung sepi tapi asik. Yiha! Quattro Cafe namanya, berlokasi di Jalan Pungkuran 10 Purwokerto. Buta peta? Sama. Simpelnya, cafe ini berada di belakang kantor pemda Purwokerto. Lagian, tenang aja, location -nya di google maps tepat kok. Tinggal get direction , pasti nyampe untuk para aktivis buta peta kayak kita. Kita?? Tempatnya sangat modern...

Mengarungi Selat Madura Bersama Kapal Artama

Photo by Hafidz Novalsyah Halo! Selamat pagi dari Surabaya. Hari ini, aku akan mengajak kalian naik Kapal Artama. Salah satu wisata bahari persembahan PT Pelindo III, yang siap membawa seluruh penumpangnya mengarungi perairan Tanjung Perak, menjelajah Selat Madura, dan mencicip indahnya Suramadu dalam pesona yang lain dari biasanya. Terdengar asyik? Nanti dulu.  Kapal ini memulai pelayarannya dari Gapura Surya Nusantara , Surabaya. Naiklah dengan hati-hati, dan perhatikan instruksi keselamatan dari awak kapal sebelum kita memulai perjalanan. Sudah mulai terasa mabok karena goyangan kapal? Percayalah, kamu gak sendirian. *toss mabokers* Mau duduk di mana? Carilah posisi yang paling nyaman. Kapal ini terbagi menjadi beberapa ruangan, di dalam, terdapat VIP room, living room (dengan fasilitas karaoke), pantry, dan mini bar. Di luar, ada sun deck dam covered deck . Dimanapun boleh, bebas. Mau duduk, berdiri, nungging, split, bebas. Asal, pastikan sudah ijin ke awak kapal jika mau ke d...

Lipstick untuk Lebaran

Salah satu masalah pelik perempuan saat lebaran adalah memilih gincu yang tepat. Ya gimana dong, dandanan harus cantik, tapi seharian disodorin opor ayam sama balado ati. Belom lagi es buah dan kawan-kawannya. Apa enggak kelar itu lipstick dalam sekali acara makan? Nah, ini nih, 3 lipstick yang aku rekomendasikan untuk menemani Idul Fitri kalian tahun ini: 1. Borjouis Rouge Velvet  Ini juara banget kalau soal daya tahan. Andalan aku saat lebaran tahun kemarin. Dihajar opor ayam, cuma berkurang seiprit dan tetap terlihat merona. Buat nyiumin pasukan ponakan juga enggak ninggalin bekas. Aku pakai setelah solat ied, dan dia masih bagus sampai sore. Dua kali makan, berkali-kali kena kue kering, sempet tidur di mobil segala. Ya memudar sih, tapi halus dan sisa warnanya masih bagus. Pas lah buat seharian mah. Hasilnya itu matte , tapi enggak bikin kering apalagi bikin bibir ngelopek. Ada 18 pilihan warna dan semuanya cuantik, tinggal menyesuaikan dengan busana Idul Fitri kamu. Fav...

Service Kulkas Modal Jempol Doang

Waktu masih kuliah dulu, aku ini hobi banget nyongkel-nyongkelin kulkas kosan pakai pisau. Demi sebongkah es batu biar bisa bikin es teh rame-rame sama anak kosan. Hahahaha Padahal di kulkasnya ada tempelan segede gaban dari pabriknya, DILARANG MENUSUK KULKAS DENGAN BENDA TAJAM. Tapi namanya juga anak kos yah, beli es batu kudu keluar duit 500 perak, ya mending aja kita mah nyongkelin freezer kulkas bapak kos xD Dan jiwa anak kos gak modal ini berbuntut apes, suatu hari kami kena batunya. Lagi menambang es batu seperti biasa, tiba-tiba terdengar suara 'pessss'. Kami pura-pura gak denger, ah paling tikus kosan nyari makan, atau suara mesin kulkas lagi iseng. Tapi gak lama ada bau aneh, yang akhirnya diketahui kalau kulkas kosan kami bocor gede dan gas freonnya kemana-mana. hahahahahaha makan tuh es batu gratisan! Sebelum ketauan bapak kos kalau kulkasnya jebol, dan kami didepak secara tidak terhormat dari kosan, jadilah buru-buru nyari jasa service kulkas . Tapi sebagai anak ko...

Gapura Surya Nusantara, Terminal Megah di Tepi Surabaya

Kumuh. Begitulah satu-satunya kata yang aku punya tentang pelabuhan. Aku, sangat sangat anti naik kapal laut. Selain mabok laut level parah, aku juga benci banget sama kondisi pelabuhan di Indonesia. Deuh, pernah naik kapal dari Merak ke Bakauhuni, itu betul-betul pengalaman traumatis. Bau, pengap, panas, kotor, dan bikin ogah datang lagi. Tapi, semua berubah saat aku mengunjungi Gapura Surya Nusantara. Terminal penumpang di pelabuhan Tanjung Perak. Hal pertama yang menyambutku adalah gedung megah dengan suasana nyaman dan bikin betah. Jauh, jauuuuh banget dengan wajah pelabuhan Indonesia selama ini. Untuk pertama kalinya, pelabuhan menjadi tempat yang menyenangkan untukku. Rasanya tuh, kayak masuk hotel berbintang, beuh. Gedung 3 lantai ini sangat-sangat bersih dan terurus. Lantainya mencling, tak ada setitik sampahpun di setiap sudutnya. Di lantai dasar, terjejer konter check in yang rapi dan bernomor. Jadi meminimalisir kemungkinan penumpang yang berdesakan saat akan menukar tiket ...