Skip to main content

Menjaga Cahaya Langit Alpheratz


Ada kalanya hidup terasa menjebak. Kita dihadapkan pada kenyataan yang tak pernah kita pilih. Mimpi-mimpi yang harus berhenti jauh sebelum titik capainya. Dijatuhkan saat baru belajar terbang. Bahkan hati yang terpaksa patah tanpa pernah tau di mana mendapatkan perekatnya kembali.

Ada saatnya hidup terlalu membahagiakan. Kita dicemplungkan dalam jurang rezeki yang seolah-olah tak punya tepi. Hal-hal terbaik yang datang serba tau-tau. Harapan-harapan yang dikabulkan serba tepat. Kesempatan bagus yang tinggal hap. Semua berjalan sesuai doanya, sesuai apa yang kita rapalkan dalam katupan tangan semalaman meminta.

Di saat-saat seperti itu, biasanya aku memandang ke langit. Tempat sangat luas itu, adalah tempat aku pulang sejauh-jauhnya aku 'pergi'.
Pada langit, aku mengantar rinduku untuk mama dan papa. Tiket mudik selalu lebih mahal dari air mata. Maka agar tidak terlalu kecewa, kuaminkan kata orang tentang "Selama masih di bawah langit yang sama, berarti masih dekat". Tangis rindu yang aku uapkan, kupercaya akan sampai ke tujuannya dan menjadi satu-satunya penyembuh lara.

Pada langit, aku pernah menitipkan sebuah nama yang dalam hidup, tak pernah bisa aku miliki. Kujadikan ia bintangnya, agar selalu bercahaya dan berbahagia supaya patah hatiku tak sia-sia. Lewat udara, kupeluk dia, dan kuuapkan doa supaya bahagia siapapun pendampingnya.

Pada langit, kuceritakan seluruh titik terendahku menjalani hidup. Luka-luka yang tak punya obat, lelah-lelah yang sulit reda, hingga ketakutanku akan hidup itu sendiri. Aku meyakini tempat luas itu masih menyimpan baik doa-doa yang aku rapalkan silam. Menjaganya hingga Gusti memperbaiki titik-titik rendah itu, menjadi titik-titik balik.

Pada langit, kusampaikan kabar-kabar dari setiap perjalanan. Indahnya Pulau Selayar, lezatnya kuliner Lombok, sujud syukur di Phi Island, lompat bahagia di Twin Tower, pagi paling syahdu di Sembalun, hingga perjalanan tanpa rencana ke Semarang. Kesempatan-kesempatan emas yang tak pernah aku kira akan mengisi sebagian hidup.

Pada langit, aku mencatat berkah-berkah yang sederhana namun begitu berarti. Magic jar yang tak pernah kosong, tempat tinggal yang selalu utuh, mata yang masih terbuka di setiap pagi, bensin motor yang belum pernah kering, pekerjaan tetap yang halal, sampai hela nafas di setiap detik setiap waktu.
*** 

Karena padanya aku menitip sangat banyak hal, akhirnya langit menjadi hal yang selalu kusimpan. Biasanya dalam kepala, beberapa kali dalam bunga tidur, sisanya dalam galeri ponsel. Kuabadikan ia, beserta sinarnya. Kusimpan, kujadikan teman hidup, kukenalkan pada banyak orang.

Supaya tak tertukar dengan milik orang, tak pula harus berebut dengan semesta, kunamai dia Alpheratz. Bintang paling bercahaya di rasi Andromeda. Dalam mitologi Yunani, Andromeda adalah perempuan yang dikorbankan oleh orang tuanya sendiri. Ia diikat di batu, sampai akhirnya diselamatkan oleh Perseus. Simbol kepasrahan, ketidakberdayaan, namun kekuatan dan keyakinan untuk tetap bertahan. Dalam konstelasi luar angkasa, Alpheratz terletak di area kepala tubuh Andromeda. Sang Alpha.

Lalu aku menjadi perempuan yang sering mengangkat tangan ke udara, menadahkan ponsel dan memotret. Kapan saja, dimana saja. Merogoh kantong celana, mengambil ASUS Zenfone kesayangan, mengaktifkan screen locked-nya (sekalipun si ponsel masih dalam saku), menyalakan kameranya, melayangkan tangan ke atas, lalu menangkap langitku.

Aku dan Alpheratz di Lombok, 2015. Pic courtesy of Icha Maisya

Terimakasih Alpheratz, untuk selalu ada menampung semua ceritaku, terimakasih sudah menjadi bagian terbaik dalam hidupku. Berjanjilah untuk selalu bercahaya dan berbahagia, karena di langit kita, kamu selalu jadi bintangnya.

Comments

Popular posts from this blog

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Mandi Senja di D'Oria

Waktu menunjukan pukul 5 sore, saat kami tiba di D'Oria Boutique Resort. Hari ke-4 perjalanan Travel Writers Gathering 2015, seluruh peserta diajak bermalam di tepi Senggigi, Lombok. Sebuah penginapan yang tak hanya menawarkan kenyamanan, tapi juga sukses menyambut kami dengan syahdunya senja Nusa Tenggara Barat. Ibarat sinetron Ganteng-Ganteng Serigala, penginapan ini adalah perpaduan romantis Aliando dan Prilly. Bikin pengen teriak takjub: OEMJI!!! *** D'Oria Boutique Resort menawarkan sensasi bobok bareng alam. Mereka menghadirkan suasana cottage yang dibagi dalam 4 nuansa: bamboo, ratan, stone dan coconut . Semuanya bener-bener berasa aslinya, karena nuansa di setiap kamar didesain sangat hidup dan hangat. Tapi untung enggak kepikiran bikin nuansa yang lebih hidup lagi ya, piara tarzan misalnya. Fasilitas setiap kamar lengkap bingits, dari mulai perintilan kamar mandi, air mineral, colokan banyak, kaca segede gaban (keliatan dari ujung ketombe sampe ujung kaki), mini fri...

Gregetnya Gong Yoo, Tatjana Saphira, dan Peluncuran ZenFone 4 Selfie Series

Orang jaman now , siapa coba yang enggak suka selfie? Apalagi sekarang lagi hits banget itu yang namanya instastory , ngapain aja diapdet. Kebutuhan primer manusia berkembang jadi pangan, sandang, papan, jaringan, dan kamera depan. Hahahaha ayo ngaku! Makanya, brand cinta matiku, ASUS, kemarin meluncurkan smartphone yang didesain khusus untuk berswafoto. Untuk memenuhi kebutuhan kamera depan para aktifis cakep-dikit-selfie ini. Yang mana di dalamnya termasuk aku. Termasuk banget, pentolan malah pungky mah. Bertempat di hotel Pullman Central Park, Jakarta, pada 25 Oktober 2017, ASUS resmi meluncurkan ZenFone 4 Selfie dan ZenFone 4 Selfie Pro, dan ZenFone 4 Max di Indonesia. Kata Jerry Shen nih, Chief Executive Officer ASUS, “Kami merasa sudah waktunya ASUS menghadirkan solusi terbaru untuk penggemar selfie di seluruh dunia, termasuk di Indonesia,”.  Hebringnya, ASUS menggaet Gong Yoo, aktor kenamaan Korea buat jadi brand ambassador Asia-Pasific untuk ZenFone 4 Selfie series. Ini ben...