Skip to main content

Posts

Aneka Gaya Memakai Kain Tanpa Dijahit

Punya kain tradisional tuh sebenernya bingung-bingung seneng ya. Seneng karena kain Indonesia kan cantik-cantik dan kalau dipakai ya bisa bikin kita ikutan cantik, bingungnya karena kalau udah dijahit, padu padannya jadi gitu-gitu aja. Mau punya banyak biar bisa ganti-ganti mana kuat, kaka.. Kain tradisional kan mehong. Ya karena dibikinnya memang susah, sih. Yaudah kalo gitu nggak usah dijahit aja gimana? Dikubet, dililit, diikat, biar bisa ganti-ganti model menyesuaikan padu padan dan acaranya. Selain jadi nggak bosen, kita juga bisa kelihatan tajir karena dikiranya punya kain seluas angkasa padahal cuma selembar kecil modal ganti-ganti kubetan. hahahaha khan maen, kumemang cerdas. Ini aku kasih 3 dulu, ya. Gaya kubet kain tradisional tanpa dijahit, semuanya jadi rok. 1. Rok Panjang Anggun Bagai Perempuan Baik-Baik Ini yang begini namanya model apa sih? hahahahaha aku bikin nama sendiri aja ya biar cepet. Model ini cocok buat menampakan pesona perempuan baik-baik dari diri kita. Kesa...

Gregetnya Gong Yoo, Tatjana Saphira, dan Peluncuran ZenFone 4 Selfie Series

Orang jaman now , siapa coba yang enggak suka selfie? Apalagi sekarang lagi hits banget itu yang namanya instastory , ngapain aja diapdet. Kebutuhan primer manusia berkembang jadi pangan, sandang, papan, jaringan, dan kamera depan. Hahahaha ayo ngaku! Makanya, brand cinta matiku, ASUS, kemarin meluncurkan smartphone yang didesain khusus untuk berswafoto. Untuk memenuhi kebutuhan kamera depan para aktifis cakep-dikit-selfie ini. Yang mana di dalamnya termasuk aku. Termasuk banget, pentolan malah pungky mah. Bertempat di hotel Pullman Central Park, Jakarta, pada 25 Oktober 2017, ASUS resmi meluncurkan ZenFone 4 Selfie dan ZenFone 4 Selfie Pro, dan ZenFone 4 Max di Indonesia. Kata Jerry Shen nih, Chief Executive Officer ASUS, “Kami merasa sudah waktunya ASUS menghadirkan solusi terbaru untuk penggemar selfie di seluruh dunia, termasuk di Indonesia,”.  Hebringnya, ASUS menggaet Gong Yoo, aktor kenamaan Korea buat jadi brand ambassador Asia-Pasific untuk ZenFone 4 Selfie series. Ini ben...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...

Cantiknya Kain Besurek Khas Bengkulu

Kain yang aku pakai itu, kain Besurek khas Bengkulu. Cantik banget yaaa.. Eh, apa? Kain Besurek nggak boleh dijadikan rok? Nggak sopan? Kenapa? Boleh, kali. Motif yang ada pada kain Besurek, itu hanya ornamen yang menyerupai huruf arab gundul, dan enggak ada artinya. Jadi BUKAN ayat suci Alquran, ya! Meskipun, he euh, Besurek secara harafiah berarti bersurat atau tertulis. Tapi menurut kak Asnody, guide yang menemaniku waktu di Museum Negeri Bengkulu, motif pada kain Besurek itu enggak membentuk kalimat dan enggak bisa dibaca. Jadi ya memang bukan surat dalam Alquran, hanya ornamen yang menyerupai. Saking noraknya si Pungky, aku baru tau sebulan yang lalu kalau Bengkulu punya kain khas yang namanya kain Besurek ini. Waktu pertama kali lihat kain ini di Museum Negeri Bengkulu, aku melengos gitu aja karena sekilas kelihatan biasa aja. Cuma kain yang bermotif huruf arab gundul. Pun warnanya, yang dipajang di museum, kelihatan kuno di mataku. Jadi aku lebih tertarik nyantroni temen-temen ...

Pembatalan Kompetisi Bali Funky Blogger Hunt

Saya Pungky Prayitno, pemilik blog www.pungkyprayitno.com, bersama tulisan ini, dengan segala kerendahan hati, secara terbuka, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada publik, terutama seluruh peserta Bali Funky Blogger Hunt, karena kompetisi tersebut resmi dibatalkan . Seluruh peserta dipersilakan mencopot backlink, identitas, atau apapun yang berkaitan dengan Bali Funky dan www.pungkyprayitno.com dari postingan blog yang didaftarkan ke form http://bit.ly/BaliFunkyBloggerHunt , juga segala aktifitas sosial media yang berkaitan dengan postingan tersebut (follow, tag, mention, dll).  Saya memilih berhenti karena saya tidak mau, saya dan seluruh peserta, terlibat dalam urusan yang bukan kapasitasnya. Jika saya teruskan, saya khawatir akan menimbulkan masalah baru yang tidak perlu.   Demi Tuhan, saya tidak pernah menerima uang sepeserpun, dari pihak manapun, atas kompetisi ini. Saya juga tidak mengambil keuntungan APAPUN, saya mempersilakan seluruh peserta untuk menghapus sega...

Habiskan Kosmetikmu

Kemaren ketemuan sama temen, trus namanya perempuan ya, kalau ketemu pastilah yang digosipin seputaran isian lambe turah dan isian make up pouch . Dia pamer tuh koleksi gincu barunya yang aku belum punya, warnanya lucu-lucu. Trus kami saling icip gincu. Punyaku cuma tiga biji, dia berapa coba? sebelas. Itu baru yang di make up pouch , dia bilang di kosan masih ada belasan lagi nggak dibawa. Dipake semua? Aku nanya. Dia bilang iya dipake, kesebelasannya itu semua favorit. Tapi buat setiap hari, andalannya cuma dua. DUA BIJI. Sembilan yang lain buat gonta ganti kalau pengen aja. Tapi tetep dibawa kemana-mana buat jaga-jaga. Nah sisanya yang di kosan, lebih jaga-jaga dari jaga-jaga. Beberapa dipakai cuma kalau pengen foto-foto buat ngasih makan instagram, sisanya bahkan cuma disentuh sekali dua kali. Trus ngedangkrak. Aku pernah tuh kayak dia, beuh pernah banget. Dulu punya eyeliner sampe lima belas biji, dari yang hitam glossy, hitam dove, hitam glossy-enggak-dove-enggak, sampai warna be...

Ngeblog untuk Apa?

Hampir tiga minggu ini aku nggak posting blog sama sekali, gilanya lagi, di tiga minggu ini juga aku nekat menolak beberapa tawaran sponsored post dan sponsored trip yang masuk ke email. Iya, ada tiga atau empat yang aku tolak baik-baik. Aku bilang gila karena setakabur itu aku menolak rejeki. Entah ya, akhir-akhir ini aku lagi merasa kehilangan blog sebagai taman bermainku. Rasanya lebih banyak dia jadi mesin penghasil rejeki yang garing, kering, kosong, dan hampa. Tapi masih menyenangkan memang. Bohong kalau rejeki-rejeki itu nggak menyenangkan. Trip-trip gratisan, rupiah-rupiah yang bantu menghidupi keluargaku, atau sereceh sebatang gincu boleh endorse. Semuanya masih sangat menyenangkan. Tapi ironisnya, malah blog ini yang kehilangan 'menyenangkannya' itu sendiri. Deadline demi deadline di reminder hape yang bunyi hampir setiap hari, mulai menganggu dan bikin aku jengah. Blog, hari ini, bukan lagi teman baik yang menemaniku menjemput rejeki-rejeki dan kesempatan-kesempat...