Skip to main content

The Edge of Beyond, Lahirnya 6 Notebook Terbaru ASUS


Astaga cakep banget yaaa... notebooknya. Yaiyalah masa apelnya. Yang bersamaku itu, namanya Zenbook 3 Deluxe, iya, gantengnya emang kebangetan. Dia, dan lima temannya, bakal diluncurkan sama ASUS Indonesia. Kapan? Besok.

The Edge of Beyond, begitu tajuk acara yang diadakan oleh ASUS untuk meluncurkan 6 notebook ganteng ini. Pungky cepet amat sih kalo soal yang ganteng-ganteng. Mereka terdiri dari 5 ultrabook tipis di bawah brand ZenBook dan VivoBook, dan 1 notebook gaming di bawah asuhan ASUS ROG.

((( di bawah asuhan )))


Sini deketan, kukenalin yaa.. Mereka adalah: ASUS ZenBook Pro UX550, ASUS ZenBook Flip S UX370, ASUS ZenBook 3 Deluxe UX490, ASUS VivoBook S15, ASUS VivoBook Pro N580 dan ASUS ROG GX501 Zephyrus. Semuanya sejalan dengan tema yang diangkat yakni “Less is the New Luxury”.

Katanya sih, tema ini menyiratkan sebuah pesan akan keindahan dan kesempurnaan suatu hal yang tak terduga nilainya. Widih.

Melalui tema tersebut, ASUS pengin memperkenalkan rangkaian notebook yang juga punya keindahan dalam desain, kesempurnaan bentuk dan tampilan, serta performa luar biasa yang nggak terduga namun dalam form factor yang lebih kompak, lebih tipis, dan lebih ringan. Widih lagi.

GGS (Ganteng-Ganteng Setrong)


Notebook dengan tampilan stylish, nggak bisa berperforma? Nih! Lini ultrabook ASUS yang dikenal lewat nama ZenBook, akan mengadopsi konsep desain yang tipis, convertible, elegan dan berperforma. Ibarat laki, dia ini paket komplit yang sangat gebet-able. Udahlah ganteng, baik, pinter, setrong lagi. Termasuk diantaranya, ASUS ZenBook Flip UX370, ZenBook 3 Deluxe, dan ZenBook Pro.


Iyalah, performa semua notebook itu didukung sama prosesor Intel Core i7 paling baru dari generasi ke-7, atau yang dikenal dengan sebutan Intel Kabylake. Jadi, tiga perangkat itu dipersiapkan untuk para profesional dan fashionist juga konten kreator, yang memimpikan ultrabook stylish, simple, elegan sekaligus punya performa hebat. Wiw nggak tuh?

Sementara ASUS VivoBook Pro dan VivoBook S, lahir sebagai notebook mainstream yang udah dimodernisasi jadi punya fitur yang lebih premium. Dua-duanya, didiesain dengan bezel layar yang tipis, dengan angka screen to body ratio mencapai 80 persen. Dipercanggih juga dengan sistem multimedia mumpuni pada hardware audionya, karena ada speaker yang didesain oleh tim Golden Ear ASUS dan Harman/Kardon. Wiw lagi? Boleh..

Sambutlah Lahirnya GX501, sang Zephyrus


Notebook gaming bisa tipis? Ha ini! ASUS ROG Zephyrus GX501 adalah notebook gaming paling tipis di dunia! Tapi biarpun tipis, isiannya boleh diadu.. Mulai dari prosesor Intel Core generasi ke-7 yakni Core i7-7700HQ, grafis Nvidia GeForce GTX1080, serta storage lega berkapasitas 1TB dengan teknologi PCIEx4 SSD NVMe.

Notebook ini jadi varian perdana dari seri Zephyrus, notebook gaming ultimate yang akan terus dikembangkan oleh ASUS ROG. Uwuwuw, aku nggak sabar banget nih mau ketemu sama yang ini. Belom pernah ketemu sama sekali, baru beberapa kali curi-curi pandang lewat review orang di youtube. Semoga nggak keringet dingin ya ketemu gebetan baru. Aw!

**

Semua rangkaian notebook terbaru ini akan lahir besok, dan aku, alhamdulillah, lagi-lagi dapat kesempatan untuk jadi saksinya. Kamu ngegebet yang mana? Kalau aku, naksir sama Zenbook 3 Deluxe, si ganteng yang elegan dengan performa warbiyasak. Udah pernah foto bareng juga tuh jadi fix lah cocok ya, kami terlihat sangat serasi. Yang satu ganteng banget yang satu cantik banget. APAAN?

Etapi hati cenut-cenut juga sih sama si Zephyrus, karakternya aku banget, sangar tapi stylish. Boyish tapi nggak maco-maco amat. Ugh.. Nggak kuat liatnya. Bukan buat nge-game lah aku kan bukan gamer, tapi emang ROG buat gaming doang? :P

Selengkapnya tentang mereka, bakal aku tulis setelah acara besok ya. Semoga bisa enam-enamnya ketulis semua, semoga nggak males gitu akunya nulis banyak wkwkwkwk ih apaan sih ketawa macem begini masuk blog mulu.


Depok, 14 Agustus 2017

Kalo aku berdoa semoga bisa punya Zephyrus, atau Zenbook 3 Deluxe, kalian mau aminin nggak? Amin dong aminin! Dih kok maksa?


Comments

Popular posts from this blog

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...