Skip to main content

Betapa Menyenangkannya Traveling Tanpa Powerbank


Ya jaman sekarang, nggak mungkin banget traveling tanpa nentengin smartphone. Instastory itu ajang pamer ke khalayak ramai kalau kita lagi seneng-seneng, yakan yadong? Napas dikit record. Dari jalan kaki, naik pesawat, sampe di toilet ya sempet-sempetin apdet story.

Apalagi kalau lagi males bawa kamera, segala urusan perjepretan mengandalkan smartphone dong. Jadi butuh banget punya pasokan daya hape yang sangar, supaya bisa traveling sambil nentengin smartphone seharian.

Dulu aku gak bisa plesir tanpa powerbank, kemanapun, itu kotakan segede gaban yang berat betul, ya ikut. Jadi walaupun beraaaat, dan bikin ribet, mau gak mau harus selalu dibawa karena mending bawa powerbank berat deh daripada nggak eksis bhahahaha

Etapi itu dulu. Kan udah hampir setahun ini, aku pakai Zenfone 3 Max! Hapeku ini diperkuat oleh baterai jenis Lithium Polymer berkapasitas 4.100mAh. Tenang, baterai ini sudah didesain sedemikian rupa, jadi bisa masuk ke body yang tipis, hanya 8,3 milimeter. Jadi meskipun kapasitasnya segede gambreng, situ enggak perlu punya hape segede sendal jepit. ASUS gitu lho, canggih. 

Dari pengujian internal, baterai tersebut mampu bertahan hingga 38 hari saat dalam kondisi standby di jaringan 4G. Dia bertahan lebih lama daripada bapernya kamu liat mantan gandeng pacar barunya yang lebih cakep dari segala sisi. Dia menyala lebih lama daripada ngamuknya ibu-ibu yang udah mana lagi pms, suaminya pulang telat tanpa kabar, anaknya coret-coret lantai pakai lipstick kesayangan.

Kalau dipakai untuk berkomunikasi suara lewat jaringan telekomunikasi berbasis 3G, baterainya mampu bertahan sampai 17 jam! Untuk penikmat musik, baterai dapat memasok kebutuhan memutar musik selama 72 non stop. Nah kalau untuk menjelajah internet, baterai tersebut mampu menopang hingga 19 jam. 

Bayangin gaes, kita bisa terus eksis selama 19 jam. Haha!

Masa aktif baterai yang luar biasa ini dimungkinkan oleh tiga faktor. Penggunaan baterai berkapasitas besar, yakni 4.100mAh, penggunaan prosesor dengan teknologi terbaru yang lebih efisien dalam pemanfaatan energi, dan juga modus optimalisasi baterai yang memudahkan pengguna untuk memilih setting yang paling tepat untuk berbagai aktivitas yang mereka lakukan.

Selain punya kapasitas baterai besar dan fitur penghemat energi, ASUS ZenFone 3 Max juga bisa membagi kapasitas energi yang ia simpan di baterainya ke perangkat lain. Dengan fitur reverse charging capability, smartphone ini bisa berubah fungsi pula jadi powerbank.


Gampang! Pengguna cukup menghubungkan smartphone atau gadget lain yang akan diisi ulang menggunakan kabel USB on the go (OTG) yang disediakan pada paket penjualan dan kabel data yang juga sudah disediakan. Pasangkan ujung kabel data (micro USB) ke smartphone yang akan diisi, dan hubungkan ujung kabel USB OTG ke ASUS ZenFone 3 Max. Tadaaa, daya yang masih dimiliki oleh baterai milik ZenFone 3 Max akan ditransfer ke smartphone yang akan kita isi.

Asik banget yakan, bisa dada babay sama powerbank. Bisa tengil juga kalau ada temen hapenya lobet. Bisa gini gini nih, "Lobet? Sini colok ke hape gue. Gue mah baek anaknya". Beuuuuhhhhh hahahahahaha

Oh tenang. Enggak perlu khawatir ZenFone 3 Max-nya kehabisan baterai. Dengan software yang dimiliki ASUS ZenUI, dia akan mencegah ZenFone 3 Max mentransfer daya ke perangkat lain jika daya baterai yang dia punya tinggal 30 persen. Sadar diri gitu bro, enggak kayak kamu, kalau udah klop sama anak orang suka lupa diri.

EH APA?

Comments

Popular posts from this blog

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...