Skip to main content

ASUS X540, Notebook Multimedia yang Pas untuk Para Pelajar!

Anak sekolah mana sekarang yang enggak punya notebook? Ujian aja sekarang mah pake laptop satu-satu. Bahkan sekarang PR udah enggak ada lagi tuh yang ditulis di buku gitu kayak jaman aku dulu. Semuanya udah dikerjain di notebook, kirim email. Jadi pelajar jaman sekarang udah wajib banget ya punya notebook sendiri.

Nah ini nih, ada notebook keluaran ASUS yang pas dan terjangkau banget buat pelajar. ASUS VivoBook X540 namanya. Kukenalin, ya!

Notebook ini dilengkapi dengan komponen prosesor yang hemat daya yakni AMD E1-7010 untuk menunjang produktivitas pelajar. Dilengkapi juga seperangkat speaker yang bagus untuk menghantarkan audio berkualitas agar pengalaman bermultimedia semakin mengesankan.


“Notebook saat ini belum bisa tergantikan. Ini terlihat dari masih tingginya demand terhadap berbagai jenis notebook,” ucap Galip Fu, Country Marketing Manager, ASUS Indonesia. “Adapun salah satu varian yang cukup banyak diminati adalah model yang menggunakan prosesor seri AMD karena harganya yang relatif terjangkau dan memiliki performa memadai untuk berbagai aktivitas, khususnya pelajar,” ucapnya.

Papa Galip bilang, “ASUS VivoBook X540Y hadir dengan AMD APU yang memiliki performa yang tidak bisa dipandang sebelah mata,”. “Dengan spesifikasi yang cukup mumpuni, notebook ini akan sangat membantu kita dalam menjalankan berbagai aktivitas multitasking yang kita biasa lakukan dan tentu saja meningkatkan produktivitas,” tambahnya.

ASUS VivoBook X540Y ini bukan notebook biasa lho, karena sudah dilengkapi dengan prosesor AMD APU E1-7010 Dual Core. Dari sisi grafis, notebook ini menggunakan Radeon R2 yang mengusung arsitektur Graphics Core Next (GCN) dengan 128 shader berkecepatan 350MHz. 

Sementara pada prosesornya, AMD secara resmi telah meluncurkan Processor Carrizo - L di pasar Indonesia. Mikroprosesor tersebut merupakan prosesor up to quad-core dengan grafis Radeon terintegrasi yang lebih mutakhir. Tidak seperti sebelumnya, CPU dari AMD yang satu ini adalah sistem yang berjalan pada sebuah chip (SoC), dengan bagian I/O terintegrasi dan chipset pendukung.

Chip ini, atau biasa disebut sebagai AMD APU adalah merupakan gabungan chip kompleks yang disederhanakan hanya menjadi “single die” atau dalam satu chip tunggal. Dengan demikian, AMD Carrizo - L membuat notebook dapat beroperasi secara maksimal hanya dengan daya sebesar 15 watt saja.

Selain memperpanjang masa aktif baterai, penggunaan daya yang hanya 15 watt membuat panas yang dihasilkan oleh seluruh komponen pendukung, mulai dari CPU atau prosesor, GPU atau grafis dan juga chip-chip lainnya menjadi lebih rendah. Dengan demikian, pengguna dapat bekerja lebih lama menggunakan notebook ini tanpa perlu khawatir mengalami overheat atau panas berlebih.

Nah, buat mendukung aktivitas sehari-hari penggunanya, ASUS menyediakan kapasitas simpan sebesar 500GB pada notebook ini. Dari sisi kapasitas, kapasitas ini sebenarnya sudah lebih dari cukup lho. Misalnya untuk menyimpan dokumen-dokumen pekerjaan ataupun menyimpan sejumlah foto dan video.

Tapi kalau belum puas dengan kapasitas penyimpanan sebesar ini, ASUS juga nyediain cloud storage khusus untuk pengguna ASUS yaitu dengan ASUS WebStorage. Sebagai gambaran, media penyimpanan berbasis cloud saat ini sudah menjadi hal yang penting, khususnya bagi pengguna yang perlu menyimpan backup, ataupun pengguna yang punya mobilitas tinggi dan mengakses data dari berbagai perangkat yang berbeda.

“Hal menarik lainnya adalah notebook ini telah dibundling bersama dengan sistem operasi Windows 10,” kata Papa Galip. “Sehingga ketika membeli perangkat bisa langsung digunakan dan tidak perlu ada ritual instalasi ulang yang merepotkan,” sambungnya. 


Purwokerto, ini sekarang tanggal berapa deh? 2017
Plis, panggilan Papa Galib itu cuma punya aku, yang nggak boleh hahahahaha siapa elu.


.

Comments

Popular posts from this blog

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...