Skip to main content

Zenfone Live, Karena Perempuan Berhak Merasa Cantik


Kalo kamu nggak bisa belajar menghargai orang lain, minimal jangan belajar menyakiti. Setuju gak? Eh hubungannya apa sama foto?
 
Jadi gini, banyak perempuan yang butuh hape dengan kamera bikin cantik kayak gini. Kadang bikin jauh banget dari aslinya, kulitnya jadi mulus mencling bagai sang surya menyinari dunia. Jadi lebih tirus, lebih putih, bibirnya lebih merona cipokable padahal aslinya gak gitu. Sebutlah Beautyplus, Beautify, atau fitur Beautylive kayak di hape ini, digandrungi sama banyak perempuan.

Kenapa? Karena kebanyakan kita lebih memilih menyakiti daripada diam. Emang kalo orang jerawatan harus dikomen ya, ih jerawatnya serem banget gradagan. Emang kalo cewek kulitnya gelap kenapa sih? harus ya dikomen "di tempat gelap jangan ketawa nanti giginya doang keliatan". Emang kalo cewek pipinya tembem kenapa, trus kita yang rugi? Emang kalo jidatnya lebar bikin hidup kita susah, jadi harus dinyinyirin? Kan enggak.


Perempuan butuh dihargai, butuh merasa cantik. Hape dengan fitur cantik begini nggak jahat kok, mulut kita yang jahat. Iya memang nipu, tapi seenggaknya dengan foto atau video yang lebih cantik, banyak perempuan yang lebih merasa dihargai, jauh lebih percaya diri karena gak lagi dihina soal fisik.
Karena sekali lagi, belajar diam emang lebih susah daripada belajar menyakiti.

Apalagi era live stream begini, siapa aja sekarang mah bisa live. Bukan artis bukan public figure, live gitu ada yang nonton lho. Baik di instagram, facebook, atau youtube. Pasti langsung down banget lah kalau lagi live tiba-tiba ada yang nyeletuk, "Tembem banget!", atau "Jerawatan gitu sih..". Jadi gak apa-apa dong kalau akhirnya mereka pakai hape yang bisa menangkis itu semua, komentar-komentar jahat yang menuntut perempuan untuk tampil semfurna. Hfft, society.

Bytheway, yang aku pegang ini Zenfone Live. Smartphone terbarunya ASUS yang punya fitur beautylive. Kalo biasanya kita cuma berani foto karena ada fitur beautification (yang menyelamatkan diri dari hinaan-hinaan orang), nah ini tingkat lanjut dari itu, bikin cantik wajah kita di video saat live stream!

Jujur ya, aku dulu nggak pede posting instagram stories yang video lagi ngomong gitu. Karena keliatan langsung aslinya muka aku gradagan, banyak bekas jerawat, nggak banget. Jadi yaudah, yang diposting di IG stories cuma foto aja, atau video yang nggak ada muka akunya.

Nah Zenfone Live ini menjawab itu, ada fitur beautylive yang bisa mempercantik wajah kita saat live stream di sosial media. Ntap gak tuh?

Ada 10 level yang bisa kita pilih sendiri. Jadi semakin tinggi angkanya, wajah akan semakin mulus, bukan semakin pedes. Lukata kripik maicih. Favoritku level 10 lah jelas, aku jadi kayak Agnezmo gituh, eksotis dalam sekali tap. Iyain!

Yang gila itu audionya sih. Asli gokil. Secara istilah per-gadget-an ditulis begini: Beberapa teknologi utama pada fitur audionya yakni, dual microfon noise cancellation, enhanced speech clarity, smart amplifier technology, 5 magnet audio dan ICE power dan Sonic Master. 

Halah lupain aja, nggak paham kan? hahahahaha

Intinya, setelah aku coba sendiri, microfonnya bersih banget. Kayak pake mic profesional yang ditusuk di kamera itu lho. Jadi bersih, nyaring, dan bagus. Jadi kalo kita ngemeng saat live stream, nggak perlu ngeluarin suara nyaring juga udah kedengeran. Nggak pecah! Asli bagus buat rekaman voice over, kan aku mah sekarang anak vlog. hahahaha

Btw, ditusuk???

Harganya cuma 1,7jutaan lho. Terjangkau banget lah buat ciwi-ciwi aktifis instagram stories yang loadingnya ampe titik. Jalan dikit live, nengok dikit live, bersin dikit live, ngeden dikit live. Nggak ada lagi yang bakal ngehina atau meremehkan karena bakal langsung cantik dalam sekali tap! 


Purwokerto, 25 Mei abis apdet-apdet IG stories pakai Zenfone Live hahahaha, 2017

Liat deh aku jadi cantik banget kan. Yakan yadong.

***

Photos by Nurul Noe 👻

Comments

Popular posts from this blog

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...