Skip to main content

The Drummer Mama



Ada kan ya hal-hal di dunia ini yang bukan cita-cita sih, tapi diam-diam ada sesuatu dalam diri kita yang pengin mewujudkan itu. Hal-hal sederhana yang kalau tercapai pasti rasanya hepi banget, kalaupun enggak, ya udah nggak apa-apa.

Dan buat aku, hal itu adalah: BISA MAIN DRUM!

Aku enggak pengin jadi drummer, apalagi punya band. Enggak pengin juga bisa konser solo macam Akira Jimbo atau Mike Portnoy itu, enggak. Aku cuma pengin bisa main drum. Ngedebukan tanpa ada nada meleset atau suara sumbang karena asal pukul. Cukup.

Enggak tau ya, mungkin karena aku punya hubungan spesial sama drum, makanya pengin bisa main. Alat musik pertama yang dimiliki keluargaku itu drum, kakakku drummer, adekku drummer, mantan calon gebetanku jaman muda dulu juga drummer (Iya, mantan calon. Jadi baru rencana digebet, aku udah ilfil trus ngegebet yang lain lagi muahahahaha).

Akhirnya belakangan ini aku getol belajar nge-drum. Enggak lah gak kursus, aku kan ibu-ibu sejati, duit buat kursus mending buat beli skincare apa gincu apa baju baru. Belajar drum mah bisa lewat youtube, pecuma dong ngaku-ngaku mamah muda masa kini kalo nyari tutorial mukulin drum aja nggak bisa.

Ya banyak sih yang nanya, "Udah ibu-ibu, ngapain belajar main drum?". Dan selalu aku jawab dengan pertanyaan balik, "Udah ibu-ibu, kenapa enggak belajar main drum?". Lha emang kenapa sih ah? Ibu-ibu yang jago nyanyi mah banyak kali. Jago masak apalagi.

Ibu-ibu jago nge-drum, terdengar lebih greget, kan?

Biasanya aku latihan dari studio ke studio. Iya, nyewa studio cuma buat gedebukan sendiri. Ditemenin stik drum kesayangan dan notebook Acer Swift 7 dengan Acer TrueHarmony yang suaranya mantap banget itu lho. Asli ya ini notebook temen latihan paling perfecto. Suaranya beneran jernih, bening, enggak pecah sama sekali jadi dentuman dari si abang-abang tutorial di youtube itu terasa dekat dan jelas. 


Ini penting banget sih, karena kalau notebook yang aku pakai nggak punya sound dengan kualitas premium, enggak bakal lancar belajarnya. Susah bedain mana suara pedal-bass mana suara tom, mana suara hi-hat mana suara cymbal. Pedal-bass kan bunyinya Dug, tom itu bunyinya Tung, snare bunyinya Tak, hi-hat bunyinya Cass, sedangkan cymbal bunyinya Tsss. Kalau semuanya cuma kedengeran dug dug dug dug dug, ya belajarnya jadi ngaco lah. Enggak maksimal sama sekali.

Mukulnya juga kan ada hitungannya, ada tekniknya. Lha kalau suara tutorialnya pecah dan kedengeranya cuma bag bug bag bug macam istri ngamuk mukulin panci, kacau semua proses belajar. Kapan jagonya. Begitu mah mending aja menikmati hidup jadi ibu-ibu, mukulin panci udah bakat alamiah buahahahaha 

Makanya sound dengan kualitas premium si Acer Swift 7 ini aku cinta syekali, setiap detil dentuman drum dari video tutorial terdengar jelas dan bening. Harmoninya dapet, belajar jadi sungguh menyenangkan. Aaaaah 💗

Banyak kok pelajarannya di youtube, kayak channel Drumeo atau Drum Beats Online, itu jelas banget tutorialnya. Suka ngasih teknik-teknik dan trik sederhana juga jadi aku cepet kelihatan jago. Kelihatannya doang tapi, aslinya mah gitu-gitu aja sebenernya karena memang ngetrik sih nyahahahaha dasar mahmud kebanyakan pencitraan.

Kadang latihan sendiri, kadang bawa Jiwo. Namanya juga ibu-ibu yakan, manalah bisa sering-sering ninggalin anak gitu aja. Jadi itu baby nguwil ya angkut sekalian ke studio musik. Enggak ribet? Enggak. Stik bisa masuk tas, notebook juga. Lagian Acer Swift 7 itu cuma 9,98 mm yang mana super-tipis dan sangat sangat sangat ringan. Masuk tas dan dibawa-bawa ke studio itu jadi urusan yang sangat mudah. Ini notebook apa perasaan kamu sih? Enteng amat :')


Eh bentar deh, kalian tau nggak sih kalau Acer Swift 7 ini bagian keyboardnya warna gold? Sumpah, stylish abis! Jadi saat aku pakai buat latihan dan dilihatin orang (iya asli suka dipandang aneh gitu, mungkin ajaib ya ada ibu-ibu ngasuh anak di studio musik hahahahaha), aku enggak terlihat aneh. 



Bodinya jauh dari kesan notebook kantoran. Jadi, aku dan Acer Swift 7 ini enggak terlihat kayak orang salah tempat kerja, tapi cocok sebagai sepasang partner bermusik. Desainnya itu elegan banget, modern, dan paduan warna hitam-goldnya sangat sangat mewah. Pas lah sama mahmud yang menomorsatukan penampilan macam aku gini. Tsah! *kibas poni* *poni Rihanna* *woy Rihanna kagak ponian*


Sekarang udah jago? YA BELOM LAH! HAHAHA. namanya aja Pungky, kemampuan belajarnya jauh di bawah kemampuan pamernya. Tapi aku puas dan senang dengan proses belajar nge-drum ini. Pelan-pelan tapi menyenangkan, aku menikmati betul setiap perkembanganku. Setiap berangkat ke studio musik, aku selalu senyam senyum bersemangat karena rasanya kayak masuk ke dunia yang baru.

Hari-hariku enggak lagi cuma ngurus anak, beresin rumah, melayani suami, masak, nulis blog, dan golar goler ngepoin instagram artis (ini sungguh penting sekale). Tapi ada hal menyenangkan lain yang aku lakukan setiap hari. Latihan sticking di rumah, nonton video-video tutorial, berangkat ke studio musik dan ketemu orang-orang baru, stretching sederhana supaya betis enggak sering keram, dan tentunya merekam hasil belajar ku buat pamer-pamer hahahahaha

Kalau sudah merasa cukup dengan belajar nge-drum ini, mungkin aku mau belajar yang lain lagi. Kayak yang aku bilang di awal, hal-hal sederhana yang bukan cita-cita, tapi kalau bisa diwujudkan, aku pasti akan hepi banget! Karena hari-hariku bakal dipenuhi dengan banyak kegiatan baru yang menyenangkan. 

List-nya panjang nih. Bisa bikin movie script, bisa bikin travel video yang bagus, bisa main bass, bisa motret landscape yang apik, ikut kelas travel writing, dan masih sederet lagi yang lainnya. Banyak pengin banget yaaa? Muehehehe

Tapi ya nggak apa-apa, pengin pengin yang banyak itulah yang bikin hidupku penuh semangat setiap hari. Ada yang aku kejar terus jadinya, enggak cuma planga plongo memble di rumah. Lagian, Acer Swift 7 itu kan kuat, dibekali full HD dengan Corning® Gorilla® Glass 5, jadi si ganteng ini siap menemani aku belajar banyak hal lagi. Yay! 

Kamu mau tahu lebih lanjut tentang notebook superkece ini? Cek Acer Swift 7 yaa..



Depok, 4 Maret 2017

Kalau kalian gimana? Lagi pengin belajar apa? Pengin bisa apa? Tulis di komen ya, ayo sini kita cerita-cerita! 😃

Comments

Popular posts from this blog

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...