Skip to main content

Gila, Pungky Kakinya Gede Banget!



Mau curhat boleh ya.

Jadi kan kaki aku memang gede buanget buat ukuran perempuan. Empat dua, kadang 43! Bhahahahaha. Malu? Dulu iya, sekarang enggak. Dulu tuh malu setengah mati, selalu aku rahasiakan dan aku jaga rapat-rapat. Belakangan aku sadar, ini kaki segede gini Gusti yang kasih. Buat apa malu? Malu sama pemberian Gusti? Ha?

Jadi korban bully udah nggak kehitung lagi seringnya. Dari disebut kaki godzila, kaki perahu, sepatu buat boncengan, sampai pertanyaan itu sendal ukuran paus beli dimana? Nyet, sejak kapan deh paus pakai sendal. Bully kalian ndak cerdas, belajar lagi sana :(


Dulu kalau di-bully, aku cuma bisa diem dan nahan sakit hati. Ya ampun emang aku yang minta punya kaki gede banget gini? Kan enggak. Dari brojol udah ditakdirin jadi perempuan berkaki besar, kalian kalau mau ngatain ya ngatain yang kasih sana. Jangan aku terus jadi bulan-bulanan.

Tapi itu dulu. Sekarang aku sudah sangat selo, soalnya sudah menerima dan nggak malu lagi. Malah seringnya ikut menghina kaki sendiri. Jadi kalau dulu pas di-bully aku diem dan sakit hati, sekarang aku ikut ambil bagian karena ternyata seru juga ya punya mulut sampah itu. Ya gila aja perempuan kakinya 42, sepatunya buat sekalian alat tabok mantan, neng? Muahahahaha



Masalah lain menjadi perempuan berkaki godzila adalah, susahnya nyari sepatu berbanding lurus dengan susahnya melihat mantan bahagia sama pacar barunya. Indonesia itu standar ukuran alas kaki paling besar untuk perempuan ada di angka 40, sedangkan aku 42. Masa yang 2 aku kudu ngutang, sist? :(

Masuk toko untuk nanya lalu diketawain mbaknya, itu udah ratusan kali terjadi. Walaupun kadang heran sih, dimana lucunya ada pelanggan nanya ukuran 42? Toko lo aja yang enggak oke, sist.. sedianya kaki lokal doang maap maap gue mah kaki bule.

Dulu koleksi alas kakiku hanya seputaran sneaker (beli ukuran cowok), sendal jepit beli di Bali (yang paling cuma bertahan sebulan), dan flatshoes nitip beli temen di luar negeri. Kalau mau punya alas kaki aneh-aneh kayak wedges, hi heels, atau boots, itu harus pesan dulu ke tukang bikin sepatu dan harganya ngalah-ngalahin harga diri mantan. Ini kenapa mantan mulu dibahas-bahas?

Tapi lagi-lagi, itu dulu. Sekarang sudah banyak brand alas kaki perempuan yang mengerti dengan godzila-godzila macam aku. Cari wedges ukuran 42 mah sekarang tinggal ngedip aja, terharuuuuu. Harganya juga bersahabat, nggak lagi diskriminasi mentang-mentang ukuran aku ngabisin bahan baku lebih banyak.

Salah satunya Arcadia Treasure. Namanya mirip nama anak aku yaaaa? Bhihihihihi makanya aku suka banget. Brand alas kaki asli Indonesia yang fokus dengan motif-motif khas nusantara. Mereka jual mulai sandal, wedges, flatshoes, gladiator ala-ala, boots, dan semuanya sampai ukuran 42! Ya ampun boleh peluk nggak sih, aku terharu ada yang ngertiin gini.



Aku punya satu, sepatu Bima Boots dengan aksen tenun Makassar yang kece badai. Cakep banget asli. Pernah aku pasangin sama dress buat acara dalam ruangan gitu, bagus! Pernah aku padu hotpants dan kaos buat jalan ke hutan, keren! Pernah aku pakai untuk teman jeans dan blouse, lucu! Beneran hayuk dibawa kemanapun karena bentuknya nggak terlalu feminim tapi ada aksen tenunnya yang bikin cantik. Duh gimana sih ini nulisnya. Bhahaha




Nyaman dipakai, bagian dalemnya super-empuk, dan NGGAK BIKIN BAU KAKI WALAU KERINGETAN. Ini kan penting banget yaaa hahahaha sebagai pereu masa kini, yakali kakinya bau bacin. Bahannya juga kuat, aku pakai treking ringan di hutan dan dia nggak jebol, padahal aku udah pasrah karena salah bawa sepatu xD

Sekarang, aku malah bangga sama kakiku. Si besar inilah yang membawaku berpergian jauh, si besar yang nggak pernah kenapa-napa diajak jalan berkilo-kilo jauhnya, si besar yang mengantarku pada tempat-tempat keren di bumi, si besar yang pernah di-bully dan tetap baik-baik aja, si besar yang nggak pernah rewel disuruh ngapain aja walau punggung dan pinggang pegelnya udah ampun-ampun.


Purwokerto, akhir tahun jalan mulu, 2016

Inilah kakiku, si besar pemberian Gusti yang sekarang makin kece bersama Arcadia Treasure. Laff!

Comments

Popular posts from this blog

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...