Skip to main content

Selamat Berlaga di INCS 2016, Toyota Team Indonesia!

"Pembalap kami muda-muda dan yang satu perempuan. Tapi secara mental dan skill, kami optimis akan menang!"

Begitu sekalimat yang dilontarkan oleh om Memet Djumhana, manajer Toyota Team Indonesia, saat aku temui disela acara Meet and Greet Toyota Team Indonesia semalam.

Wuih, optimisme yang enggak main-main ya. Tim asuhan om Memet ini, akan berlaga di putaran terakhir Seri ke-7 Kejurnas Slalom Indonesia Night City Slalom (INCS) 2016, yang kebetulan bakal digelar di kota Purwokerto, malam ini. Iya, malam ini.

Empat pembalap Toyota Team Indonesia yang akan turun adalah Anjasara Wahyu, Adrianza Yunial, Miko Mahaputra dan Alinka Hardianti. Psst, yang terakhir itu perempuan lho. Mentalnya luar biasa, dia siap bersaing dengan para pembalap laki-laki. Seluar biasa itu mental didikan om Mamet Djumhana, dibawah bendera Toyota Team Indonesia. Applause!




Sedangkan mobil yang akan turun adalah Toyota Etios Valco dan Toyota Agya. Hayo, siapa diantara kalian yang pakai mobil-mobil ini? Bangga ya mobilnya samaan sama mobil peslalom nasional. Hihihi

Kedua mobil tersebut terbukti tangguh sebagai penjelajah di lintasan aspal, yang menuntut kendaraan untuk lincah dan mampu diajak bermanuver pada tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Kelincahan, presisi mengemudi, dan ketangguhan Toyota Agya dan Toyota Etios Valco berandil besar pada prestasi tim slalom TTI yang telah membawa nama Toyota berjaya di kejuaraan otomotif skala nasional. Applause lagi boleh? :D

**

Dukungan Penuh Nasmoco Club

Pernah dengar Nasmoco? Itu lho, dealer resmi Toyota di Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga dan sekitarnya. Sebagai dukungan penuh kepada Toyota Team Indonesia yang akan berlaga, semalam, Nasmoco Purwokerto menggelar acara Meet and Greet dan makan malam bersama.
 
Acara ini dihadiri oleh ke-4 pembalap, dan perwakilan dari 12 komunitas komunitas Toyota yang tergabung dalam Nasmoco Club. Hadir juga om Memet Djumhana sebagai manajer tim, dan Dr. Budi Setiawan selaku wakil bupati Banyumas.

Om Raymond, branch manager Nasmoco Purwokerto

Sebelum makan malam, kami diajak keliling kota bersama ke-12 komunitas itu. Kebayang ya rame dan serunya?
Iring-iringan puluhan mobil Toyota dari berbagai type, sambil menikmati Purwokerto sore. Kami dibagi dalam 3 rute, supaya enggak bikin macet, gitu. Kebetulan, aku dapat rute yang stoping point-nya Taman Balaikemambang. Rute ini rutenya Banyumas Retro Comnunity, jadi mobilnya Toyota yang nyentrik-nyentrik gitu. Seneng deh liatnya. Di stoping point, kami boleh foto-foto, narsis-narsis, dan ngobrol-ngobrol sambil menikmati matahari tenggelam.







Psst, aku naik Toyota All New Sienta, lho. Besok-besok bakal aku tulis reviewnya ya. Mobilnya imut tapi dalemnya lega. Kabinnya luas dan mesinnya halus banget. Nyaman! Tapi tetep sih, enggak bisa mengalihkan hatiku dari Grand New Veloz Avanza. Pernah aku tulis di sini: Si Ganteng Itu Punya Nama Grand New Veloz.

Om Raymond, branch manager Nasmoco Purwokerto, bilang,

“Selain sebagai bentuk dukungan Nasmoco, melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah sharing untuk berbagi tips dan informasi terkait safety riding hingga modifikasi mobil dari para peslalom TTI. Tentu kami juga berharap melalui acara ini dapat mempererat tali silaturahmi antara Nasmoco Club dan TTI,".



Purwokerto, 12 November 2016

Selamat berlaga Toyota Team Indonesia! Aku doakan, malam ini akan menyabet juara bersama 4 pembalapnya.
Mana coba aminnya? :D

Comments

Popular posts from this blog

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...