Skip to main content

Percantik Foto dengan Permainan Foreground


Jadi, mbak Nurul Noe, si travel blogger ngehe itu, beberapa waktu lalu nanya sama aku soal tren foto yang menurutnya gak enak dilihat. Katanya, kenapa sekarang lagi tren banget ya, beauty blogger bikin foto produk tapi objeknya dihalang-halangi dengan benda lain. Benda lainnya itu dibikin blur. 
 
Awalnya aku bingung foto kayak apa yang dimaksud. Trus dia kasih contohnya, dan ah, itu toh. Itu namanya bermain-main dengan foreground, mbakku.. Dan memang lagi heits abes.

Sekarang, kita bahas (agak) panjang lebar ya soal tren permainan foreground ini. Karena yaa, aku pun sedang demam sama yang satu ini. Saban bikin foto, sekarang digitu-gituin. Biar kekinian, sist..

(( digitu-gituin ))) 


 
Sebelumnya, kita ubek dasarnya dulu, background dan foreground. Akrab dong ya sama background mah? Misalnya para aktivis #ootd, tiap mau jepret, sibuk dulu nyari tembok lucu buat bergaya. Yap, tembok adalah background, dan si aktivis #ootd itu adalah objek sekaligus foreground. 
 
Ironis bener yak, tembok tapi lucu. Di mana-mana kan tembok terlahir macam jones: datar dan sepi.

Foto yang biasa, objek akan berada di depan. Di dimensi yang pertama. Nah tren yang sekarang lagi hits itu, mengubah posisi mereka. Bukan, bukan posisi nungging, kayang, apalagi istri di atas. Belom malam jumat, bro. Tapi, ada dimensi lain di depan objek. Foreground itu tadi. Sebenernya ini bukan trik baru yaa, di dunia fotografi mah udah kuno pisan, tapi kebetulan aja lagi hits di kalangan generasi instagram.

Pusing? Oke, langsung aja ini tutorial ala-ala nya, akan aku buat pointy supaya lebih mudah. 


1. Tentukan Objek, Tentukan Foreground


Mau motret apa? Produk? Model? Pemandangan? Biasanya jepret tinggal jepret. Sekarang, sebelum jepret, kita tentukan benda lain sebagai foreground nya. Motret bedak, misalnya. Kasihlah foreground bunga plastik. Motret cabe manohara, kasih foreground dedaunan hijau. 
 


Pilih yang warnanya senada dengan 'rasa' foto. Misalnya foto beauty product yang keminyis bernuansa pink, jangan lah ya foreground-nya itu terasi bakar. Enggak cantik.

Foreground enggak harus benda kita nyari dulu, kok. Bisa senemunya, yang sekiranya posisinya di antara kamera dan objek. Daun-daun di pohon, rumput, bunga beneran, badan orang, apapun bisa asal cocok sama fotonya. Kalau posisinya gak pas, ya tinggal geser aja objeknya. Ini bukan rumah tangga, jadi gak usah dibikin rumit.


2. Posisi Menentukan Kenikmatan


Sudah ketemu foreground-nya? Sip, sekarang saatnya jepret. Permainan foreground itu sebenernya cuma gimana kita membingkai objek. Jadi, pastikan posisi foreground, ada di depan objek. Lebih dekat dengan kamera. Jangan kebalik ya, beib. Kalau dia ada di belakang objek ya atuh jadinya background.



 
Foregorund kayak daun gitu, udah ada di tempatnya, kita tinggal ambil posisi trus jepret. Tapi gimana dengan bunga plastik? Bulu-bulu? Rumbe-rumbe? Ya tinggal dipegang aja, beres. Bisa minta tolong orang lain, bisa juga pegang sendiri. Kalau aku lebih suka pegang sendiri, karena bisa lebih leluasa mengatur posisi. Lebih nikmat dan puas. Jadi tangan kanan pegang kamera, tangan kiri pegang benda untuk foreground. Pegel? Jangan ditanya. 
 



3. Fokyus


Saat jepret, pastikan fokus kamera ada di objek, ya! Foreground-nya jadi blur? Ya memang. Kalau ndak blur, nanti dia bisa-bisa mencuri posisi objek sebagai point of interest. Apatuh? Di point selanjutnya yes.
 


4. Point of Interest


Nah ini, permainan foreground memang bisa membuat foto lebih indah dan manis. Tapi, kalau gak hati-hati, trik ini malah bisa membuat posisi objek menjadi rancu. Pastikan foreground gak mengambil posisi objek sebagai point of interest. Inti dari foto. 
 
Jadi kalau foregorund-nya ngeblur, gak jelas, ya biarin aja. Soalnya kalau dia ikut fokus juga, nanti penonton akan bingung membedakan yang mana objeknya. Foreground cuma keliatan seuprit, setutul, seencrot? Gak apa-apa. Ingat selalu bahwa dia hanyalah pemanis, yang jadi inti dari foto tetap si objek. Got it, no? 
 
Pun, foreground jangan sampai menutupi objek. Nutupin dikit-dikit sih gapapa, tapi kalau sampai menyerobot point of interest dalam foto, ya balik lagi deh: objeknya yang mana? Jadi sekalipun dia ada di depan, pastikan arah mata penonton tetap mengarah ke inti foto. Point of interest. Sang objek.
 
 
 

5. Berdoa 


Terakhir, jangan lupa berdoa sebelum jepret. Biar fotonya berkah. Beuh.. Blognya Pungky jadi agamis bener mentang-mentang ramadhan.


Purwokerto, 1 Ramadhan 1437 H atau setara dengan 6 Juni 2016
 
Ayo deh monggo dipraktekin, biar makin kekinian fotonya. Jangan lupa pamer ke aku yah kalau udah jadi, mention @pungkyprayitno aja di instagram. Jangan lupa follow. HATCIM! xD

Comments

Popular posts from this blog

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...