Skip to main content

Wisata Keluarga di Sentul


Sebagai orang yang lahir dan besar di Depok, aku selalu merasa punya hubungan khusus sama Kota Bogor. Sekolahku, waktu SMA, berada di perbatasan Depok dan Kota Bogor. Kalau bolos, mainnya ya ke Bogor, jadi Agapar dalam sekali naik angkot. Anak gaul Parung.

Hubungan khusus ini juga didukung dengan beberapa mantan yang tinggal di sana, cinta monyet yang semuanya berakhir tanpa bekas. Salah satunya, putus karena jarak. Kami gak kuat LDR-an Depok Bogor. Jarak antar rumah kami, setara dengan tiga kali naik angkot, empat ribu lima ratus. Sedangkan sangu harian cuma sepuluh ribu. Berat juga kalo tiap istirahat sekolah cuma jajan cilok pedes demi pacar :(

Gak cuma lokasi strategis untuk bolos (ini anak sapa sih ajarannya gak bener amat xD), Bogor juga jadi salah satu destinasi berwisata keluargaku saat liburan tiba. Banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di sana, mulai dari wisata alam, budaya, pendidikan, hiburan, belanja sampai wisata kuliner yang menggiurkan.

Ada beberapa kawasan wisata di Bogor, dan salah satu yang paling terkenal, adalah kawasan Sentul. Kawasan ini berada di di Kecamatan Babakan Madang. Apa yang terlintas di kepala kalian saat baca kata Sentul? Sirkuit? Balap motor? Valentino Rossi pernah balapan di sini? Yap, banyak orang yang cuma tau Sentul hanya punya sirkuit aja. Padahal, Sentul punya wisata lain yang gak kalah seru. Yuk, aku ajak jalan-jalan ke sana!

Berikut beberapa objek wisata yang bisa kamu temukan di Kawasan Sentul:

1. Jungleland


Tempat wisata yang satu ini cocok banget untuk berlibur bareng keluarga terutama anak-anak. Jungleland ini merupakan wahana air yang memiliki 33 area permainan air yang becek-becek asyik. Terdapat fasilitas seperti Cafe dan Restauran, Mushollah, ATM centre, area parkir yang luas yang dapat menampung sekitar 1000 kendaraan beroda empat, 3000 kendaraan beroda dua dan 300 unit bus pariwisata. Luas bener, yah? Jidat jenongku doang mah lewat.

Jungleland ini buka setiap hari, tapi jam dibuka dan ditutupnya beda-beda. Kalau datang hari Senin sampai Kamis, dibuka jam 10 pagi sampai jam 5 sore. Kalau datang hari Jumat, dibuka jam 10 pagi sampai jam 6 sore. Dan kalau datang hari libur yaitu Sabtu dan Minggu, Jungleland akan dibuka lebih awal yaitu jam 9 pagi dan ditutup pada jam 6 sore. Nah, kalau hari dimana semua akan indah pada waktunya, itumah sabar-sabar aja ya, mblo..


Harganya juga beda-beda lho.. Tergantung waktu datang kita. Kalau datang sebelum jam 3 sore, akan dikenakan harga Rp. 200.000, dan kalau datang di atas jam 3 sore, cukup bayar Rp. 100.000 aja. 

Oh iya, di Jungleland ini juga terdapat Area Dino World. Di sana banyak patung-patung dinosaurus jaman dahulu kala. Kita akan merasakan seolah-olah sedang berada di masa lampau. Cocok untuk kaum-kaum susah move on.

2. Taman Budaya Sentul 

Selain Jungleland, ada juga Taman Budaya Sentul. Di sini, ada banyak permainan outbond yang berada di lokasi Adventure Centre seperti Paintball, Flying Fox dan masih banyak yang lagi. Selain lokasi Adventure Centre, di Taman Budaya Sentul ini juga memiliki lokasi Culture Centre. Bisa ajak anak-anak untuk bermain sambil belajar seperti mewarnai, melukis, membuat keramik dan juga membatik kain.

Ada beberapa paket wisata yang bisa kita ambil di kawasan ini. Pertama, Outbond Kids Package. Paket ini menyediakan fasilitas 11 permainan outbond untuk anak, souvenir, asuransi keselamatan dan juga makan siang. Harganya? Rp. 150.000 saja. Kedua, Outbond Adults Package. Paket ini menyediakan fasilitas 7 permainan outbond yang bisa dimainkan orang dewasa, makan siang dan juga coffee break. Yang ini, harganya Rp. 200.000. Ketiga, Paintball Package, seharga Rp. 350.000 per packnya. Dan yang terakhir, Trecking Package. Yang ini, kita bisa mengunjungi hutan pinus dan juga air terjun yang berada di kawasan Sentul, cukup dengan Rp. 160.000.

Taman Budaya Sentul buka jam 9 pagi hingga 5 sore.

Kawasan Sentul ini mudah diakses lho manteman. Beda jauh deh sama hati gebetan yang akses masuknya hanya untuk kalangan tertentu dan pilih-pilih. Kita bisa naik  angkutan umum berwarna hijau, ataupun taksi dan turun di depan kawasan Sentul.

Purwokerto, 14 Mei jadi kangen pulang, 2016

Kapan ke Bogor? Titip salam ya buat yang di Parung, eh, Sentul x)))

Comments

Popular posts from this blog

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...