Skip to main content

Review: Cetaphil Gentle Skin Cleanser, Bersihhh!



Selama ini, prinsipku kalau beli pembersih muka adalah ambil yang paling murah di etalase minimarket. Lha ngapain dipikirin amat? Buatku, dulu, pembersih muka itu yang penting berbusa banyak dan bikin keset. Udah. Soal membersihkan make up, itu urusan remover. Soal mengangkat sel kulit mati, urusan scrub. Soal melembabkan, bagiannya moisturizer. Soal move on dari masa lalu, itu urusan hati yang gak ada habisnya. Eh gimana?

Itu dulu.

Sampai sebulan lalu, aku kenalan sama Cetaphil Gentle Skin Cleanser. Ini brand baru untuk kulitku, dan aku langsung sangat-sangat-sangat-sangat-jatuh-cinta. Sukses mengubah prinsipku seratus tujuh puluh sembilan derajat tentang pembersih muka.


Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Bentuknya gel yang encer dan lembuuuut banget. Gak mengandung sabun dan gak berbusa sama sekali. Awalnya aku agak-agak aneh, karena rasanya kurang afdol aja cuci muka gak berbusa. Bagaikan putus tanpa nangis-nangis minta balikan, kurang greget!

Dia juga gak mengandung butiran scrub, plus, gak berbau sama sekali. Rasanya bener-bener kayak cuci muka cuma pakai air tapi rada licin. Mungkin karena kandungan utamanya memang purified water, ya..

 

Pertamanya aku ragu, ini bisa bersihin muka beneran apa cuma buat geli-geli aja. Lha gak berbusa, gak mengandung scrub, gak wangi, kena mata ya gak perih gak kayak sabun, pokoknya gak meyakinkan deh. Tapi akhirnya aku coba terus, mau lihat hasilnya kayak apa. Daaaaaan, sekarang aku gak mau pindah ke lain pembersih, mau seterusnya pakai ini aja. Hahahahaha *mureeeh*

Setelah dipakai, kulitnya terasa lembab tapi gak licin. Bersih, segar, dan kenyal. Dia gak bisa menghapus make up sih, jadi tetep harus pakai remover dulu. Tapi untuk angkat residu, kotoran, sel kulit mati, beuh.. te o pe bi ngi ts.

Cetaphil Skin Cleanser ini bisa dipakai dengan atau tanpa air. Seru, ya? Kalau pakai air, ya kayak sabun muka pada umumnya, digosok pelan di muka lalu bilas. Kalau tanpa air, setelah digosok pelan, bersihkan dengan kapas atau handuk. Hasilnya sama, cuma aku lebih seneng pakai air karena risih lah sist bersihin muka enggak kena air.

Menurut web dan kemasan, produk ini bisa dipakai untuk segala usia dan tipe kulit. Sekalipun kulit sensitif, bahkan BAYI. Yes, Cetaphil Gentle Skin Cleanser aman digunakan untuk bayi. Gak pedih kalau kena mata? Enggak, aku sudah buktikan sendiri. Baby nguwil pernah tak adusi nganggo iki. Ngehehe

Kemarin  kulitku sempat sunburned, bagian pipi tuh memerah, perih dan kadang gatal. Biasanya, aku akan stop pakai skincare apapun sampai membaik. Cuci muka pakai sabun anakku, karena kalau kena facial foam, duh, bisa sampai nangis aku di kamar mandi. Nah, kemarin aku coba pakai ini dan GAK APA-APA. Sedikitpun gak ada rasa perih atau gatal. Kalian bisa simpulkan sendiri lah ya, segimana akhirnya aku jatuh cinta sama produk ini.

Gak asiknya, kemasannya segede alaihim gambreng. Harus siap botol kecil kalau mau bawa dia kemana-mana. Tapi ya gapapa sih, apalah arti kemasan dibanding hasil yang warbiyasa? 

 

Hasil Pemakaian Cetaphil Skin Cleanser:

Wownya, komedoku berhasil ludes dalam dua minggu! Ludes beneran ludes. Bersih sih sih. Bahkan yang di atas bibir, yang mana selama ini aku kutuk-kutuk saking susahnya hilang, bersih! Gak kenal lagi deh sama porepack, porestick, dan resmi putus hubungan sama mbak-mbak tukang mencetin hidung di tempat facial. Sampai ketemu di lain komedo, mbak :')

Dia memang gak bisa bikin cerah, bersinar, apalagi mengatasi kerutan. Karena yaa.. memang bukan tugasnya, kan? Buat aku sih, daya bersihnya yang top markotop endos jelantos sudah sangat-sangat menjawab fungsinya sebagai skin cleanser.
 

Where to buy: 

Bisa dibeli di watson, guardian, century, atau online marketplace.

Harga:

-/+ Rp. 110.000 (kemasan 125ml) dan Rp. 190.000 (kemasan 500 ml)


Purwokerto, tengah malem 30 Mei 2016

Aku juga pakai Cetaphil Moisturizing Cream, ini gak kalah yahud. Dalam sekali sreset, bisa melembabkan kulit yang menyerupai hati jomblo: kering kerontang mengenaskan. Akan aku bahas di postingan selanjutnya. Papapaw!

*** 
Website: www.cetaphil.co.id
Facebook: facebook.com/cetaphilindonesia
Instagram/Twitter: @cetaphil_id
Youtube: bit.ly/yt_cetaphilid

Comments

Popular posts from this blog

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...