Skip to main content

Tips Memilih dan Membeli Kamera Mirrorless




Sadar gak sih, dari tahun ke tahun, kamera digital terus berevolusi. Satu yang secara kasat mata berubah adalah ukuran, mirip-mirip pembalut gitu deh, makin hari makin kecil. Pun makin ringan dan praktis dibawa kemana-mana. Mungkin besok-besok evolusinya akan sampai ke ... kamera yang kalau selip, bisa kembali ke bentuk semula.

Sekarang, yang lagi hits banget itu kamera mirrorless. Buat traveler, ini cocok banget. Selain nggak makan tempat, kamera tanpa cermin pantul ini juga punya kemampuan yang mumpuni. Kamera mirrorless sebenarnya udah ada sejak 10 tahun lalu. Tapi, beberapa tahun terakhir jadi masa-masa keemasan si mungil ini.

Sekarang di pasaran banyak banget mirrorless yang bisa jadi pilihan. Beragam brand dengan aneka fitur yang bikin ngeces. Nah, kalau tertarik beli, ini beberapa hal yang perlu banget diperhatikan. Cek cek cek cekidot!


Sistem lensa


Keunggulan kamera mirrorless dibandingkan prosumer adalah lensa yang bisa digonta-ganti. Dengan gitu, kita bisa motret dengan banyak pilihan lensa, dari zoom lens untuk ngejar jarak sampe mainan bokeh pakai lensa-lensa prime dengan bukaan diafragma yang besar. Biar apa? Ya biar fotonya bagus lah, cyin.. Beda kebutuhan kan beda lensa. Masa iya mau pepotoan terus dengan satu lensa yang sama? Enggak kan, enggak dong?

Nah, yang perlu diperhatikan saat memilih kamera mirroless (baca: merek) adalah jenis lensa yang disediakan. Apakah variannya banyak? Ada nggak produsen lensa 3rd party yang bisa jadi pilihan? Jangan sampai kamera mirrorless yang kita beli, ternyata susah nyari lensanya. Ternyata lensanya harganya selangit-langit dan gak mungkin dibeli. Akhir-akhirnya kita pasrah saban hari saban waktu cuma pakai lensa kit bawaan. 

Buat merek-merek tertentu, Nikon misalnya, mereka punya adapter khusus, jadi lensa-lensa DSLR bisa masuk di body mirorrless. Ini bisa jadi pertimbangan juga, siapa tau kamu udah koleksi lensa DSLR dan mau beli mirrorless, ya pakai adapter khusus aja.


Jadi intinya, pilihlah kamera yang bisa memberi kamu banyak pilihan lensa. Pilihan pasangan hidup sudah terbatas, masa lensa juga? Eh.

Ukuran Sensor


Beda merek beda teknologi. Nah, beda teknologi paling penting biasanya terletak di perbedaan sensor. Secara garis besar, ada empat tipe sensor, APS-C, Micro Four Thirds, full frame, dan Nikon 1 (yang ukurannya sama dengan seri Pentax Q). APS-C dan Full Frame itu seukuran dengan sensornya  DSLR, tapi harganya luar biasa. Luar biasa gak kebeli. Muahahahaha


Beda ukuran sensor efeknya apa? Urusannya adalah masalah motret di area yang gelap. Sebenarnya ada banyak masalah dengan penggunaan sensor yang lebih kecil, tapi soal ini mungkin yang paling kentara. Sensor besar pada umumnya lebih bisa beradaptasi di tempat gelap. Nah sensor kecil cenderung lemah dan noisy kalau motret di tempat gelap.

Video


Sekarang ini, kualitas video buat mirrorless udah cukup keren. Paling enggak, kalau mau beli mirrorless, cari yang videonya udah bisa full HD, atau kalau bisa yang udah bisa 4k. Muehehehe Supaya apa? Kamu cukup punya satu kamera untuk segala keperluan. Jadi mau motret, bikin timelapse, atau video sekalipun, bisa dengan satu kamera yang sama. Tinggal gonta ganti lensa aja tergantung kebutuhan. Asik kan, asik dong? :D


Harga

Sebelum membeli, jangan lupa sering-sering membandingkan harga. Apalagi kalau beli second, wajib banget cari tau harga pasaran dan bandingin di beberapa tempat. Rajin juga bandingin fitur dan harganya. Kalau beli A harganya sekian dan fitur begini begitu, ternyata beli B cuma beda lima ratus ribu tapi fiturnya lebih babibubebo.



Paling penting, pastikan harga kamera mirrorless yang mau kamu beli cocok sama isi kantong. Jangan sampai udah tawar menawar sama yang jual, ternyata kamu enggak ada daya buat beli. Selain merusak nama baik, bisa-bisa kamu benjut karena bikin php abang-abang tukang kamera. Dan yang perlu kamu tau, dalam dunia jual beli kamera, gak akan berlaku hukum nawar murah trus pura-pura pergi biar abangnya manggil lagi. Lukata nawar daster di Bringharjo.

Fungsi Wireless 


Kamera bagus buat apa? Buat bikin foto bagus. Bikin foto bagus buat apa? Biar bisa diupload ke sosial media dan pamer-pamer. Muahahahaha setuju apa setuju?
Nah, menurutku, jaman sekarang penting banget punya kamera yang bisa langsung transfer foto ke hp saat itu juga. Dimanapun dan kapanpun tanpa perlu laptop atau komputer dulu. Gimana caranya? Cari kamera yang punya WiFi. Sekarang, hampir semua mirrorless punya fitur ini. Jadi gampang.

Kalau mau beli second atau model lama yang belum punya WiFi, bisa diakalin. Kamu bisa cari yang kompatibel sama eyefi atau wireless memory. Eyefi adalah mmc yang sudah mengandung WiFi (MENGANDUNG???). Jadi, tinggal beli memori khusus tersebut, masukkan ke kamera, dan kita bisa nransfer foto langsung ke hp. Dengan catatan, si mirrorless nya udah support ya. Lihat aja di manual book-nya, dia support atau enggak. Paling gampang, tanya ke abang-abang tukang kameranya.

Icip Icip


Kamera itu, kurang lebih kayak lipstick, mungkin aja semua merek bagus. Tapi, masalahnya adalah cocok-cocokan. Mending mana Nikon atau Fuji? Ya tergantung situ nanyanya sama siapa. Kalau nanya sama pecinta Nikon, pastilah dia merekomendasikan merek kesayangannya. Atau kamu nanya sama orang yang seumur hidupnya cuma pernah punya Fuji dan selalu pakai Fuji, mungkin banget dia hanya akan menjelaskan keunggulan-keunggulan Fuji.

Jadi, cara terbaik untuk menemukan kamera mirrorless yang cocok dengan kita, adalah dengan icip-icip! Kalau aku punya kebiasaan, tiap ketemu orang yang kameranya belum pernah aku coba, pasti aku minta izin untuk nyicipin. Dengan sopan dan sangat hati-hati ya tentunya. Kalaupun gak boleh, ya enggak apa-apa. Nyicipinnya juga enggak dipinjem sehari dua hari, enggak. Pinjem aja disebelahnya, motret dua kali tiga kali. Intip-intip fiturnya, tanya-tanya kenapa dia beli kamera itu. Udah, balikin dengan terimakasih banyak-banyak.

Jadi walaupun gak punya semua merek semua jenis, aku lumayan punya pengalaman icip-icip kamera. Udah tau hasil jepretan kamera A, B, C atau D. Dan pas mau beli, jadi enggak raba-raba bakal cocok atau enggak. Udah tau apa yang aku butuhkan, dan kamera mana yang pas untuk itu. Tinggal nabung, minta sama Gusti, beli deh! :D
Purwokerto, 17 February setelah tragedi rusaknya lensa kesayangan, 2016

Bang, ada kamera mirrorless yang bersayap dan bisa kembali ke bentuk semula?
*digaplok tripod*

Comments

Popular posts from this blog

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...