Skip to main content

Grand Mercure Jakarta Harmoni, Kenyamanan di Tengah Riuhnya Jakarta


Setiap sudut Jakarta, buat aku, adalah sumpek, riuh dan pengap. Itulah kenapa aku merantau dan lupa pulang. Melipir ke Purwokerto tujuh tahun lalu buat kuliah trus bablas beranak pinak dimari. Karena ya, sebanyak apapun peluang dan kemungkinan baik di sana, aku tetap enggak rela hidup dalam pengap. Ibukota terlalu monster buat aku.


Waktu diundang acara launching salah produk smartphone di Jakarta, aku dan mbak Uniek (www.uniekkaswarganti.com) menginap di hotel Grand Mercure Jakarta Harmoni. Waktu perjalanan dari bandara, yang aku bayangkan adalah hotel di tengah ibu kota yang pasti akan tutup jendelanya seharian. Menikmati ademnya pendingin ruangan sambil golar goler gemez adalah pilihan terbaik yang sudah aku rencanakan saat di bis.

Pas sampai hotel, aku dapat kamar di lantai 9, which is lantai paling atas. Dan kamar paling ujung, yang mana adalah nomer kamar terakhir di hotel megah itu. Sempet horor sih, soalnya kalau di film-film, yang ujung-ujung begitu biasanya ada dunia lain-nya. Entah Sadako ijig-ijig keluar dari tv, atau tuyul dan mbakyul cengengesan di pojok kamar. Jin dan jun lagi syuting, gak diajak.

Selesai ambil kunci, kami naik lift menuju kamar. Kebetulan aku dan mbak Uniek kamarnya pisah, beliau di lantai 5. Awalnya lift penuh dan ramai, makin ke atas makin sepi. Sampai di lantai 7 udah enggak ada orang selain aku. Jantung pindah ke jidat teh bener. Di lift seluas itu, sendirian dan menuju lantai 9, horornya minta maap.

Sampai di lantai tujuan, pintu lift terbuka dan aku mengusap muka penuh syukur. Alhamdulillah, syuting film horor enggak jadi pindah kesini. Dan ternyata yang menyambut adalah sky lounge yang meriah dan ramai. Alhamdulillah lagi.. Grand Mercure Jakarta Harmoni pengertian bener sama penakut tapi sok cool macam aku.

Aku masuk kamar dan norak. Kamarnya luas, nyaman dan menyenangkan. Alhamdulillah ketiga, takut dan ngeri seketika lupa sama sekali. Ahahahaha. Dasar dari kampung, masuk kamar semegah itu, aku bener-bener bahagia dan langsung nge-set timer kamera. Gegoleran nomer dua, yang pertama dan utama, selfie alay dulu dong!
 

Hotel Grand Mercure Jakarta Harmoni ini punya kamar yang sangat modern. Warna dominan putih memberikan nuansa urban nan kekinian. Bagian favoritku adalah kamar mandinya, karena enggak pakai tembok melainkan kaca. Jadi kalau gak nutup gordyn, dari tempat tidur bisa keliatan jelas segala kelakuan kita di kamar mandi. Cocok banget buat menginap bareng pasangan. Abis mandi langsung cus bikin adek.

Fasilitasnya bisa dibilang lengkap banget, dari mulai perlengkapan toilet, mini bar, ac, tv, hair dryer, free wifi, air mineral, mini fridge, handuk bersih, lemari dua pintu, sampai body lotion yang wanginya enak. Kamarnya nyaman, bersih dan penerangannya pas. Gak ada nuansa horor sama sekali kayak yang aku bayangkan. Makanannya enak, apalagi blackcurrant cake-nya, lumer gitu di mulut. Ah, sip sekali!



Staf hotelnya juga ramah, malah kelewatan ramah karena belum nanya belum apa udah nyengir melulu. Ahahahaha. Bangunannya besar tapi enggak bikin bingung, dan gak serem. Ini pentig banget buat orang-orang kayak aku, yang mana di rumah mertua aja pernah nyasar. Salah masuk kamar. *self keplak*

Hotel ini berada di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Di tengah jakarta. Jadi, sangat strategis kalau mau kemana-mana. Depan-depanan persis sama Gajah Mada Plaza, dan kanan kirinya banyak minimarket. Deket McD, kali-kali bosen sama makanan hotel. Dan banyak gerobak sate atau bakso deket situ, kalau-kalau enggak sanggup beli makan di hotel. Muehehehehe aku banget.


Dan rasa takut dapat kamar di lantai 9 seketika jadi rejeki yang sangat bikin hepi. Karena setiap buka jendela, aku bisa menyaksikan Jakarta dari atas. Orang-orang ibu kota yang jalannya cepat-cepat, kendaraan-kendaraan berderet karena macet, magrib dan senja ibukota, hujan yang langitnya terasa lebih dekat, matahari terbit dan langit Jakarta yang tau-tau syahdu, subuh beserta wajah Jakarta dalam damai, angkot-angkot yang membela rejeki, bahkan ojek payung dan tubuh-tubuh kecil yang menggigil demi receh.


Purwokerto, 26 February gerimis, 2016 

Seketika Jakarta jadi puisi yang riuh sekaligus menyenangkan. Tiba-tiba ibukota jadi romantis dengan segala irama kehidupannya.


***

Grand Mercure Jakarta Harmoni

Jl Hayam Wuruk No 36 37
10120 Central Jakarta - Indonesia
Tel : (+62)21/3453777 - Fax : (+62)21/3453999
Mail : h8535-re@accor.com

Comments

Popular posts from this blog

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...