Skip to main content

Gerhana Ing Tempayan, Secuil Kearifan Tanah Jawa



“Bu, saya mau beli kacamata tukang las. Mau sekalian ndak?”
 
Sambil menyaksikan acara kompetisi dangdut di televisi, aku melempar tanya pada bu Asanah, asisten rumah tangga di rumahku yang usianya sudah hampir 60 tahun. Beliau mengernyitkan dahi, heran.

“Buat apa, mbak?”

“Buat lihat gerhana matahari, bu. Kata internet, harus pakai kacamata khusus. Nah yang murah itu kacamata tukang las”

Ya beginilah anak google, apa-apa tau dari internet. Sampai mau melihat gerhana matahari aja sibuk searching sana-sini tentang kacamata yang murah meriah. Judulnya, mau lihat gerhana tapi gak mau rugi. Kontestan dengan jilbab warna salem tampil di televisi, bu Asanah terdiam sesaat lalu menjawab santai.

“Ndak usah mbak, mahal. Gerhana matahari ya lihatnya pakai tempayan, udah ada di rumah, gratis”

“Tempayan?”

“Iya, wadah air dari tanah itu lho.. Ada di belakang rumahku, pakai itu saja”

“Hah?”

Hah terakhir dariku membawa kami pada obrolan yang seru tentang gerhana dan kearifan tanah Jawa. Kata bu Asanah, sejak dulu, masyarakat Jawa biasa melihat gerhana matahari melalui Tempayan. Biasanya, digunakan untuk menampung air karena dulu belum ada bak mandi apalagi shower. Jadi mungkin jomblo-jomblo pada jamanya, kalau galau, merenungnya di sebelah tempayan, bukan ber-shower. Okesip.

Lanjut bu Asanah, jaman dulu, orang Jawa tau kalau melihat gerhana dengan mata telanjang dapat menyebabkan kebutaan. Entah mereka tau dari mana ya, yang jelas sejak bu Asanah kecil, sudah ada kebiasaan tentang melihat gerhana lewat refleksi air dalam tempayan. 

Caranya mudah dan murah, cukup mengisi tempayan dengan air sampai penuh, lalu letakkan di tempat bayangan matahari jatuh. Jadi, saat gerhana terjadi, orang-orang menyaksikan melalui refleksi yang terlihat pada air.

“Memangnya kelihatan jelas, bu?”

“Kelihatan, mbak.. tempayan itu kan terbuat dari tanah liat, jadi pantulan yang kelihatan di air jelas dan bagus. Cobain aja sendiri..”

“Kalau gak punya tempayan, bu? Jaman sekarang mana ada yang jual”

“Pakai ember!”

Oh iya, betul juga. Pantes suka ada cerita tentang orang-orang yang melihat gerhana melalui ember. Ternyata yang mereka saksikan memang bukan gerhananya langsung, melainkan refleksi yang terlihat di air. Acara dangdut yang sejak tadi merampok konsentrasi bu Asanah akhirnya iklan, perempuan yang sudah 3 tahun bekerja di rumahku itu mengalihkan pandangannya dari televisi.

“Tempayan kan kecil bu, rebutan dong liatnya?”

Tanyaku, mumpung si dangdut belum mulai.

“Kalau rame-rame, nontonnya di Jadi. Itu lho mbak, tempat masak jenang yang gedhe banget”

Pernah lihat orang memasak jenang? Wajan-nya besar, ya? Itu namanya Jadi. Oleh masyarakat Jawa, Jadi merupakan salah satu media untuk menyaksikan gerhana. Karena ukurannya yang besar, biasanya digunakan untuk nonton ramai-ramai. Dalam satu desa, umumnya terdapat satu rumah yang memiliki banyak Jadi untuk dipinjam-pinjamkan saat terjadi gerhana. Rumah ini biasanya jugaran tarub, makanya punya Jadi dalam jumlah banyak. 

 “Nah … kalau anak-anak kecil, biasanya diajak bapaknya ke umbul. Lihat gerhananya di sana..”

“Umbul? Apa maning?”

Belum sempat bu Asanah menjelaskan, dangdutnya sudah mulai. Ya nasib, sudah babak wild card sih, beneran enggak bisa diganggu. Aku ngomong sampai berbusa-busa, tetap saja cuma ada empat kontestan dangdut dalam dunia bu Asanah saat itu. Suamiku tiba-tiba keluar dari kamar, dia mendengar percakapan kami sejak tadi.
 
“Umbul ya kayak mata air, pemandian. Genangan tapi dalam, apa sih bahasa Indonesianya?”

“Empang?”

“Iya kali, dulu aku waktu kecil lihat gerhana ya di umbul, rame-rame. Abis lihat gerhana, nyemplung!”

Pernah dengar istilah guyub? Bisa diartikan kebersamaan secara sederhana. Begitulah kearifan tanah Jawa, bahkan saat melihat gerhana, yang diutamakan rame-ramenya. Ngumpul bareng di dekat tempayan, atau rame-rame ke umbul. Habis nonton gerhana ya lanjut main bareng, bapak-bapaknya dopokan.

Mengapa tidak boleh melihat gerhana matahari dengan mata telanjang?


Dari hasil penelusuranku di internet, gerhana matahari memang terlarang untuk dilihat langsung dengan mata telanjang. Karena cahaya matahari dengan intensitas tinggi, jika dilihat langsung, dapat merusak lapisan retina mata yang berisi syaraf sensitif. Memang, saat melihat, kita gak akan langsung merasakan sakit. Tapi jangan pernah nekat mencoba ya, karena efeknya baru terasa setelahnya. Penglihatan menjadi kabur, bahkan yang paling fatal, kebutaan permanen.

Masyarakat mengetahui ini sejak dulu, tempayan, Jadi dan Umbul adalah saksinya. Merekalah secuil kearifan tanah Jawa, bagian dari kekayaan Indonesia. Ilmu pengetahuan sederhana yang turun temurun, yang cuma bisa dirasakan di sudut-sudut desa, dalam-dalamnya Indonesia. Acara dangdut di televisi sudah habis, bu Asanah kembali nimbrung percakapan kami.

“Mending duit buat beli kacamata las nya, kasih ke aku aja, mbak”

“Buat apaan, bu?”

“Beli tempe sama tepung, kita bikin mendoan buat temen nonton gerhana”

“Brilian!”

Comments

Popular posts from this blog

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Mandi Senja di D'Oria

Waktu menunjukan pukul 5 sore, saat kami tiba di D'Oria Boutique Resort. Hari ke-4 perjalanan Travel Writers Gathering 2015, seluruh peserta diajak bermalam di tepi Senggigi, Lombok. Sebuah penginapan yang tak hanya menawarkan kenyamanan, tapi juga sukses menyambut kami dengan syahdunya senja Nusa Tenggara Barat. Ibarat sinetron Ganteng-Ganteng Serigala, penginapan ini adalah perpaduan romantis Aliando dan Prilly. Bikin pengen teriak takjub: OEMJI!!! *** D'Oria Boutique Resort menawarkan sensasi bobok bareng alam. Mereka menghadirkan suasana cottage yang dibagi dalam 4 nuansa: bamboo, ratan, stone dan coconut . Semuanya bener-bener berasa aslinya, karena nuansa di setiap kamar didesain sangat hidup dan hangat. Tapi untung enggak kepikiran bikin nuansa yang lebih hidup lagi ya, piara tarzan misalnya. Fasilitas setiap kamar lengkap bingits, dari mulai perintilan kamar mandi, air mineral, colokan banyak, kaca segede gaban (keliatan dari ujung ketombe sampe ujung kaki), mini fri...

Gregetnya Gong Yoo, Tatjana Saphira, dan Peluncuran ZenFone 4 Selfie Series

Orang jaman now , siapa coba yang enggak suka selfie? Apalagi sekarang lagi hits banget itu yang namanya instastory , ngapain aja diapdet. Kebutuhan primer manusia berkembang jadi pangan, sandang, papan, jaringan, dan kamera depan. Hahahaha ayo ngaku! Makanya, brand cinta matiku, ASUS, kemarin meluncurkan smartphone yang didesain khusus untuk berswafoto. Untuk memenuhi kebutuhan kamera depan para aktifis cakep-dikit-selfie ini. Yang mana di dalamnya termasuk aku. Termasuk banget, pentolan malah pungky mah. Bertempat di hotel Pullman Central Park, Jakarta, pada 25 Oktober 2017, ASUS resmi meluncurkan ZenFone 4 Selfie dan ZenFone 4 Selfie Pro, dan ZenFone 4 Max di Indonesia. Kata Jerry Shen nih, Chief Executive Officer ASUS, “Kami merasa sudah waktunya ASUS menghadirkan solusi terbaru untuk penggemar selfie di seluruh dunia, termasuk di Indonesia,”.  Hebringnya, ASUS menggaet Gong Yoo, aktor kenamaan Korea buat jadi brand ambassador Asia-Pasific untuk ZenFone 4 Selfie series. Ini ben...