Skip to main content

Si Ganteng Itu Punya Nama Grand New Veloz




"Aku ikut di mobil ini ya .."

Tanpa menunggu jawaban, mas-mas staf Nasmoco Purwokerto itu memasuki mobil kami yang sebenarnya sudah penuh dengan 6 penumpang. Aku, yang kebetulan duduk di pintu tempat dia meminta masuk, mau gak mau bergeser ke tengah dan kami fix jadi sebangku bertiga. Sumpah gitu semobil bertujuh?

Aku bergeser, mas-mas itu masuk dan duduk di tempat yang sebelumnya milikku. EH? Kok tetep lega? Muat dan sama sekali gak terasa sempit. Bahkan barang bawaan kami yang cukup banyak, tetap muat dan kaki bisa bergerak bebas. Duduk di tengah, aku masih bisa seselfian rusuh, gerak sana gerak sini, bahkan grasak-grusuk ngurusin posisi action cam supaya bisa dapet gambar cihuy. Wuih, luas banget nih mobil!

Namanya, Grand New Veloz. Ganteng! Kata-kata ini pas buat ngegambarin dia, mpv keluaran Toyota yang belum lama dilaunching. Kebetulan, aku dan teman-teman Blogger Banyumas dapat kesempatan buat nyicipin mobil ini seminggu yang lalu. Kami diajak oleh Nasmoco Grup untuk test drive lintas Purwokerto - Purbalingga dan membuktikan kenapa mobil ini laris manis di pasaran.

pic courtesy of www.toyota.astra.co.id
 
Nggak cuma ganteng, sesuai namanya, Grand New Veloz ini bener-bener baru. Mmm, tapi nggak kaya mobil-mobil lain yang Grand New-nya cuma ganti bentuk grill, bentuk spion, bentuk lampu depan, atau interior.

Dilihat sekilas aja, orang awam yang nggak ngerti mobil langsung sadar kalau Grand New Veloz punya tampang yang berbeda banget dengan pendahulunya. Bodi, grill, head lamp, lampu belakang, dan semua yang kelihatan dari luar jauh berbeda. Kelihatan lebih kokoh dan tampan. Atau velg nya, modelnya terlihat lebih compact dan berisi. Sukses menambah kesan ganteng mobil serba guna satu ini.


Rampung di eksterior, kita lihat kabin si Grand New Veloz, yuk! Kalau kamu sering naik versi lamanya, rasa ‘baru’ langsung terasa saat masuk ke kabin Veloz. Dashboard hitam dengan double din head unit menjadi penyambut pertama. Yang ginian gak ada di versi lama. Lebih sip lagi, perangkat audio sudah dilengkapi dengan bluetooth, jadi kalau dihubungkan dengan perangkat selular, audionya bisa menerima panggilan telepon. Iya, suara penelepon akan membahana lewat speaker. Wajib berhati-hati kalau lagi nyetirin orang tua, trus pacar telfon.


Satu hal yang nggak ada di mobil lain adalah Eco Lamp Indikator. Ini fitur yang keren dan pintar. Dengan fitur ini, semua orang bisa jadi ahli nyetir. Kenapa? Karena kalau putaran mesin pas dengan gigi dan kecepatan, itu lampu warna hijau nyala dan konsumsi bbm akan lebih efisien. Nah, kalau lampunya gak nyala, kamu perlu ganti gigi atau nambahin gas. Ibarat ngaconya, kalau nyetir kita gak bener dan boros bbm, si lampu ini memberi pesan "Woy, nyetir lu belom bener! Gue mati nih". Gitu. 


Nah, sistem keamanan di Grand New Veloz juga udah kaya mobil-mobil canggih Eropa yang harganya selangit. Central seat belt dan air bag ditambah side impact frame yang didesain sama Toyota bakal bikin ini mobil lebih aman. Aku, walaupun duduk di tengah, tetep kebagian seat belt lho.. Ada seat belt khusus gitu yang tinggal ditarik dari belakang.

Saat dikendarai, mobil satu ini juga lebih nyaman dibanding pendahulunya. Karena apa? Suspensinya baru. Yang ini lebih canggih dan lebih nyaman karena ada fitur comfortable suspension yang meningkatkan stabilitas dan kenyamanan, juga cabin quietness yang membuat ruang kabin lebih senyap dan nyaman. Gak ada deh tuh suara pesawat terbang di bangku penumpang. If you know what i mean. Hihihihi




Untuk sektor mesin, Grand New kembali muncul. Beda dengan versi Avanza atau Veloz sebelumnya, ini mobil punya mesin baru yang punya fitur andalan Toyota, Dual VVT-i. Dari pada susah ngejelasin, dual VVT-i ini pokoknya diklaim bakal membuat mesin lebih efisien. Jadi, konsumsi bahan bakarnya pun nggak kaya yang lama. Irit gitu deh.


Purwokerto, 28 Januari 2015

Pas acara selesai, aku diem-diem doa, semoga ketiban runtuh biar punya yang beginian satu. Ahahahahaha amin aja napa sih! xD

Comments

Popular posts from this blog

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...