Skip to main content

Review: Lolane Pixxel, Cat Rambut yang Gak Merusak


Karena ini pertama kalinya mengecat rambut selama 25 tahun aku hidup (JIEEE MASIH MUDA), jadi rasanya liat cat rambut itu kayak liat racun. Udah kebayang aja rambut bakal kering, rusak, bercabang, dan jigrag. Soalnya namanya cat rambut yaa, itu kimianya kayak apa coba.. Ditemplokin ke rambut aku dalam waktu lama dengan hasil permanen, aku cuma bisa berserah pada yang di atas... :|


Eeeeeh, pengalaman pertama mengecat rambut, aku ketemu sama cat rambut yang cucok dan cocok. Alhamdulillah.. rejeki anak rajin ibadah. Namanya Lolane Pixxel, produk asli Thailand yang sekarang banyak dijual di Indonesia. Tau sendiri produk Thailand itu selalu juara dibidang kecantikan, cowok cowok sana aja bisa jadi cantik, apalagi cuma rambut.  Muahahahaha 

Sebenernya produk cat rambut Lolane ini ada tiga jenis, Lolane Pixxel, Lolane Z-cool dan Lolane Nature Code. Aku pakai yang Pixxel, warna dark brown. Enggak kelihatan warnanya, lebih mirip ke hitam malah, karena aku memang cuma pengin menghilangkan kusam pada rambut. Bukan mengubah warna.
 

Kemasannya berbentuk persegi panjang dengan gambar mbak mbak mata satu. Walaupun produk Thailand, tapi dikemasannya ada penjelasan dan cara pakai berbahasa Inggris. Jadi enggak butuh macincong cincong Thai dulu buat tau cara pakainya. Di bagian belakang kemasan, ada juga gambar yang menjelaskan hasil akhir si warna, before-after gitu, jadi kita bisa mengira-ngira hasil akhir nantinya akan kayak apa. Entah rambut siapa yang difoto, mungkin punya si mbak mbak mata satu yang ada di kemasan depan xD

Di dalamnya ada 1 tube dan 1 botol, gak tau mereka itu apaan, pokoknya mah kata instruksinya kudu dicampur. Disertakan juga kertas yang menjelaskan tentang produk dengan bahasa Indonesia. Cara pakainya ya standar cat rambut yaa, tinggal templokin aja di kepala pakai sisir khusus. Nah, yang bikin spesial, Lolane Pixxel ini gak perlu lama-lama nemploknya, cukup setengah jam aja. Jadi kalau di salonpun, bisa kelar dalam sekali stalking fesbuk mantan. Nyeh? :))

Saat dipakai, Lolane ini jauuuh banget dari bayangan aku tentang cat rambut. Gak ada bau kimia apalagi bau racun. Wanginya enak bingit, bho! Manis manis seger, gitu. Trus di kepalaku nyaman banget, gak panas, gak perih, gak gatel, pokoknya kayak lagi creambath aja. Setelah setengah jam, bisa langsung dibilas dengan shampo dan kondisioner. Bilasnya pun bisa pakai air keran biasa, enggak perlu pakai air hangat apalagi air ketuban.

Hasilnya? baguuuuuus. Asli ya, aku bener-bener suka sama hasilnya. Love love love love! Warnanya berubah, jelas. TAPI PLUSNYA, DIA BIKIN RAMBUT AKU JADI LEMBUT. Rasanya kayak abis creambath beneran.. Padahal sebelum ngecat, aku udah ngebayangin rambut bakal kayak singa abis disakiti masa lalu. Jigrag gak karu-karuan.


Setelah dua minggu pemakaian, rambutku tetep bagus warnanya, berkilau dan jauh dari kusam. Padahal udah berkali-kali keramas dan kena hair dryer. Sama sekali gak ada tanda tanda kerusakan akibat pewarnaan. Aaaah, jatuh cinta!

Oh, jangan khawatir sama keamanannya, karena Lolane yang diimpor resmi oleh PT. Silda Asia, sudah terdaftar resmi di bpom. Ada nomer bpom di setiap kemasan, bisa dicek monggo.. Tapi tetep ya, namanya cat rambut, seaman apapun, allergy test is a must! Apapun merknya, tes alergi sebelum menggunakan produk pewarna hukumnya wajib jib jib.


Daaannn, Lolane Pixxel ini terjangkau banget lhoo. Cuma 40ribu rupiah, sudah bisa mengganti warna rambut dengan syangat sempurna. Bisa dibeli di online marketplace kayak Lazada, Qoo10 atau Rakuten. Atau bisa beli langsung di fanpagenya Lolane Indonesia. Selamat bersenang-senang dengan warna rambut baru! :D
 

Purwokerto, 27 Desember 2015

Serius deh, saking sukanya sama Lolane Pixxel ini, aku ada rencana buat sekalian ganti warna rambut yang ngejreng. Warna apa yaaa? Kasih usul dong, atau kasih tau aja warna yang kamu penasaran, di kolom komentar yaaa :D

Comments

Popular posts from this blog

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...