Skip to main content

Pengalaman Naik Tiger Air, Lho Kok Aman dan Menyenangkan?


Waktu travel agent ngasih tau kalau aku bakal ke Phuket naik Tiger Air, aku langsung googling banyak-banyak. Soalnya ini pertama kalinya denger nama Tiger Air. Tadaaaa! yang keluar di google sederet berita buruk tentang pesawat jatuh, tergelincir, dibekukan, sampai tulisan gede-gede yang mengingatkan jangan mau naik Tiger Mandala Air! Hahahahahasyem. Larangan itu adalah judul dari cerita seorang penumpang Tiger Air tentang kopernya yang 'ditinggal' sama petugas di Indonesia, padahal dianya sudah sampai Kuala Lumpur.

Hahahahahahahajelaslahakupanik. Maksud hati mau lihat fasilitas dan kenyamanan Tiger Air, apa daya yang ada malahan berita-berita pesawat kecelakaan. Nasibmu, Pev..

Menjelang keberangkatan, aku banyak doa-doa. Malahan sempet ngasih pesan-pesan terakhir ke anak dan suami kalau-kalau aku pesawat jatuh dan aku gak pulang. Seriuuus, soalnya belum lama dari itu juga ada kecelakaan pesawat yang di Kalimantan itu lho. Trus juga berita buruk tentang tragedi bom di Bangkok, which is masih Thailand. Hamsyong.. Kepalaku langsung muter mendaki gunung lewati lembah. Pertanda buruk? 


Ternyata Nyaman Banget Naik Tiger Air!


Hari H keberangkatan, aku masih panik. Sampai di terminal 2 bandara Soeta, sempet bingung nyari konter check-in Tiger Air. Nanya-nanya petugas, barulah ketemu itu si konter. Pantesan, wong nggak ada tanda-tanda kehidupan, cuma ada x banner bermotif harimau khas Tiger Air yang keplek-keplek dan berkali-kali jatuh. Konternya juga terlihat gak meyakinkan, gelap dan layar informasinya mati. Jantung akoh tiba-tiba pindah ke jidat, tingkat jiper meroket melampaui ketinggian jambul Syahrini.

Sama travel agent, aku dikasih bagasi gratis 15kg, tapi berhubung aku kebayang-bayang terus sama berita tentang koper ditinggal petugas itu, jadi aku nggak pakai bagasi. Kebetulan aku cuma bawa satu koper kecil, jadi bisa masuk kabin. Tapi Ifa, temenku, bawa koper segede metro mini. Dia sempet takut dan khawatir bakal hilang atau kasus, tapi mau gimana lagi? Gak mungkin masuk kabin, kami akhirnya pasrah koper itu masuk bagasi apapun resikonya. Toh kalaupun hilang, bukan punya aku inih. Muahahahaha *dibakar Ifa*
 

Pas masuk pesawat, kami disambut pramugari dan pramugara yang kayak artis. Ganteng dan cantik-cantik banget, kalau di Indonesia pasti udah dikontrak main sinetron tujuh manusia harimau tuh. Mereka gak ada yang orang Indo, karena Tiger Air ini memang maskapai punya Singapore. Mereka cuma pakai polo shirt (dengan lengan digulung), celana kain, dan make up kayak orang baru bangun tidur. Karena aku terbiasa sama pramugari Indonesia yang lipsticknya jeding jeding, jadi liat yang nyantai begitu, agak-agak takjub. Tapi anehnya tetep enak dilihat, tetap ramah dan mukanya nyenengin semua.

Di dalam pesawat ternyata nyaman banget, sama sekali gak ada tanda-tanda kalau maskapai ini memble dan sering bermasalah. Pramugari dan pramugara nya ramah dan memberi pelayanan yang baik, meskipun bahasa Inggris mereka nyerempet Singlish, tapi tetap jelas dan mudah dimengerti. Saat lepas landas dan mendarat juga terasa sangat sangat halus, paling halus dari seluruh maskapai yang pernah aku naikin. Sama sekali gak bikin mual padahal aku kan mabok kendaraan stadium gawat :')
 

Alhamdulillah.. kami sampai di Phuket dengan selamat, lega banget banget lega. Ternyata, yang sering bermasalah itu bukan Tiger Air, tapi Tiger Mandala Air. Sama-sama Tiger Air, tapi kalau Tiger Mandala itu, KAYAKNYA sih separonya punya Indonesia. Nah yang aku naikin, Tiger Air yang murni punya Singapore. Enggak ngerti ya Tiger Mandala itu masih beroperasi atau enggak, tapi pesawat yang aku naikin alhamdulillah aman, nyaman dan menyenangkan. Besok-besok kalau harus naik Tiger Air lagi apalagi gratis lagi, aku udah enggak takut.

TAPI, kelegaan ini bukan untuk Ifa. Saat kami sampai dengan selamat, teman satu perjalananku itu mukanya malah panik. Iyalah, dia keinget-inget koper bagongnya itu. Turun pesawat, dia langsung lari ke rel pengambilan bagasi (namanya apa sik? xD). Untung bandara Phuket ini kecil, mirip kayak Adisucipto Jogja, jadi jaraknya memang dekat. Coba kalau di Changi, apa enggak langsung kurus itu si Ifa lari-lari di bandara.

Sampai di rel, kopernya ada? ENGGAK! Wakwaw..



Purwokerto, 18 Desember kangen Phuket, 2015

Bersambung ah biar seru. HAHAHAHAHAHA BHAY.

Kalau mau tanya-tanya, bisa follow aku di instagram: @pungkyprayitno


.

Comments

Popular posts from this blog

7 Alasan Kenapa Aku Jatuh Hati pada ASUS Zenfone 3

Bosen nggak sih liat aku terus-terusan pamer ASUS Zenfone 3 di sosmed? Bhahahaha Ya gimana dong, aku betul-betul jatuh hati smartphone ini. Bahkan gak cuma aku, di rumah, ASUS Zenfone 3 ini jadi primadona. Enggak bisa deh dipakai satu orang dalam waktu yang lama. Kalau seminggu aku pakai, minggu depannya pasti diculik suamiku. Penginnya sih punya satu-satu ya, tapi kan kami enggak kentut duit. Yaudahlah satu aja dipakai berdua. Itu smartphone apa sabun mandi? Seri yang aku bahas kali ini adalah ZE552KL . Ini nih, 7 alasan kenapa aku jatuh hati sama ASUS Zenfone 3: 1. Kaca Belakang yang Berkilau Bukan, bukan kaca belakang buat atret, lukata angkot. Jadi, case bagian belakang ASUS Zenfone 3 ini terbuat dari crystal glass . Dan kalau kena cahaya, asli, dia berkilau! Beberapa orang nggak suka sama hal ini karena bikin cepat kotor. Karena sidik jari apalagi saat tangan berkeringat, pasti nempel dan meninggalkan kesan dekil. Tapi aku mah suka banget. Karena kalau lagi selfie siang bo...

Tips Foto Flatlay Keluar-Keluar Berantakan

Tau dong kalau sekarang lagi musim foto flatlay? Tenang, aku sudah pernah nulis tentang Tutorial Membuat Foto Flatlay , jadi yang masih buta banget bisa belajar awalannya dulu. Nah, salah satu gaya flatlay yang sangat kekinian, selain hand in frame , adalah keluar-keluar berantakan. Sumpah ya aku gak tau istilah aslinya tuh apaaaa. Pokoknya, itu tuh, flatlay yang kesannya banyak benda berserakan keluar dari tas atau pouch. Apa sih namanya sih? Kayak gini nih: Akrab dong ya dengan gaya flatlay semacam ini? Itulah yang kumaksud, dan itulah yang aku sebut keluar-keluar berantakan. Semoga tidak ada flatlay master yang membaca ini dan menceburkanku ke selokan terdekat. Amin. Sekarang, aku mau kasih tips membuat foto flatlay keluar-keluar berantakan. Cekidotcus! 1. Ukuran Tas vs Ukuran Benda Flatlay gaya ini biasanya menggunakan tas atau pouch, sebagai pemanis objek utama dalam foto. Nah, hal penting yang harus diperhatikan, adalah ukuran mereka sebagai pasangan objek. Tas dan benda yang ke...

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!

Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol! Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan. Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak. Dia ada dua jenis, satu yang kemasan ungu, satu lagi ore...